73 Siswa PAUD Velovevexia Nusaniwe Ambon Tamat, Bunda Lisa Ingatkan Ini ke Ortu

Lisa Wattimena 73 Siswa PAUD Velovevexia Nusaniwe Ambon Tamat
Momen Penamatan dan Pelepasan Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung di halaman PAUD Velovevexia, Negeri Silale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Jumat (5/6/2026) / Foto : Ist

Koreri.com, Ambon – Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa Wattimena, menghadiri sekaligus melakukan penyematan dan pelepasan siswa-siswi PAUD Velovevexia Community Play Group Nusaniwe dalam kegiatan Penamatan dan Pelepasan Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung di halaman PAUD Velovevexia, Negeri Silale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Jumat (5/6/2026).

Sebanyak 73 siswa-siswi resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kegiatan berlangsung meriah dan penuh haru, disaksikan oleh para orang tua, guru, serta tamu undangan yang hadir.

PAUD Velovevexia merupakan wadah yang menaungi 18 satuan PAUD di wilayah Nusaniwe. Namun, pada kegiatan penamatan dan pelepasan Tahun Ajaran 2025/2026 ini, sebanyak 8 PAUD turut ambil bagian dalam prosesi penyematan dan pelepasan siswa.

Di kesempatan tersebut, Bunda Lisa Wattimena melakukan penyematan kepada para siswa sebagai simbol kelulusan dan kesiapan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD).

Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh orang tua (ortu) untuk semakin peduli terhadap pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter, mental, dan kesiapan anak menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

Kegiatan yang mengusung tema “Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan” itu, menurut Bunda Lisa, menjadi momentum penting karena menandai berakhirnya masa pendidikan usia dini sekaligus awal perjalanan baru anak-anak menuju jenjang pendidikan dasar.

“Hari ini merupakan hari yang istimewa bagi anak-anak dan orang tua. Ini bukan hanya momen berakhirnya masa belajar di PAUD, tetapi juga awal perjalanan baru menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Bunda Lisa menjelaskan bahwa masa transisi dari PAUD ke SD merupakan tahapan penting dalam kehidupan anak. Karena itu, anak membutuhkan dukungan, pendampingan, dan lingkungan yang nyaman agar mampu beradaptasi dengan baik serta memiliki kepercayaan diri saat memasuki sekolah baru.

Menurutnya, anak tidak perlu dipaksa untuk segera menguasai kemampuan membaca, menulis, dan berhitung secara sempurna sebelum masuk SD. Yang lebih penting adalah menumbuhkan rasa senang belajar, kemandirian, keberanian, kemampuan bersosialisasi, serta karakter yang baik.

Lisa Wattimena 73 Siswa PAUD Velovevexia Nusaniwe Ambon Tamat2“Sekolah dasar harus menjadi tempat yang ramah dan menyenangkan bagi anak. Orang tua dan guru harus bekerja sama memastikan proses belajar berlangsung dengan gembira, tanpa tekanan, dan sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Lisa juga mengajak masyarakat untuk mendukung Program Wajib Belajar 13 Tahun, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA. Menurutnya, program tersebut sangat penting untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah dan memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang layak.

“Bersama kita dukung anak-anak untuk terus semangat belajar dan meraih cita-cita menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia demi kemajuan Kota Ambon dan Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lisa menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini. Ia mengungkapkan masih terdapat anak usia PAUD yang belum terdaftar pada lembaga pendidikan usia dini.

Menurutnya, usia 0 hingga 6 tahun merupakan masa emas (golden age) yang sangat menentukan perkembangan anak. Pada periode tersebut, karakter, mental, kemampuan sosial, serta berbagai aspek perkembangan lainnya mulai terbentuk.

“Di usia ini anak belajar bersosialisasi, membangun karakter, dan dipersiapkan untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, melalui PAUD, tumbuh kembang anak dapat dipantau sejak dini sehingga apabila terdapat keterlambatan perkembangan dapat segera ditangani,” jelasnya.

Karena itu, Lisa mengajak para orang tua untuk menjadi agen sosialisasi di lingkungan masing-masing dengan mengedukasi keluarga maupun masyarakat tentang pentingnya pendidikan usia dini.

“Saya berharap para orang tua dapat membantu mengajak masyarakat untuk memasukkan anak-anak usia 0 sampai 6 tahun ke lembaga PAUD. Dengan begitu, kita dapat menyiapkan generasi Kota Ambon yang memiliki mental dan karakter yang kuat serta siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Community Play Group Nusaniwe, Wenanda Kailola, mengatakan bahwa kegiatan penamatan dan pelepasan ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan bentuk apresiasi atas proses belajar dan perkembangan yang telah dicapai para peserta didik selama berada di lingkungan PAUD.

Menurutnya, keberhasilan para siswa menyelesaikan pendidikan di jenjang PAUD merupakan hasil kerja sama yang baik antara guru, orang tua, dan seluruh pihak yang selama ini mendukung proses pendidikan anak.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh peserta didik dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan penuh percaya diri, semangat belajar yang tinggi, serta dukungan berkelanjutan dari keluarga dan tenaga pendidik.

JFL