Koreri.com, Timika – Lembaga Swadaya Masyarakat 2PAM3 melaksanakan praktik pembuatan pakan mandiri bagi ratusan kelompok peternak sapi di SP5, Timika, Papua Tengah, Rabu (17/12/2025).
Ketua LSM 2PAM3, Antonius Rahabav, mengatakan kelompok peternak sapi binaan 2PAM3 ini terus diperkuat melalui kolaborasi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Mimika. Penguatan dilakukan dari hulu ke hilir, dimulai dengan pelatihan hingga ketersediaan pakan berprotein tinggi.
“Kegiatan hari ini merupakan lanjutan praktik lapangan dari pelatihan daring sebelumnya. Jika kemarin bersifat teoritis, hari ini kami simulasi langsung pengolahan pakan ternak, khususnya pembuatan silase,” terangnya.
Selain praktik silase, lanjut Anton, peserta juga menerima bibit kacang tunggak secara gratis untuk ditanam. Tanaman ini berfungsi ganda sebagai pangan manusia dan pakan ternak dengan kandungan protein tinggi.
“Bibit kami berikan cuma-cuma. Hasil panennya nanti kami beli kembali untuk diolah menjadi pakan ternak,” sambungnya.
Antusiasme Tinggi, Jangkau 165 Kelompok
Antusiasme peserta terlihat begitu tinggi. Pada kegiatan terbaru, hampir 50 orang hadir, melanjutkan gelombang awal yang diikuti 60 peserta.
Dan secara keseluruhan, tercatat sebanyak 165 kelompok tani ternak telah terinventarisasi dan dibina bersama.
Bank Pakan Berprotein Tinggi
Ke depan, pembinaan diarahkan pada pembentukan bank pakan ternak berbasis silase berprotein tinggi yang akan disalurkan ke kelompok pemilik ternak sapi dan unggas.
Skemanya sederhana dan berkelanjutan : bibit disediakan-masyarakat menanam-hasil dibeli Kembali-diolah menjadi pakan.
Kacang tunggak juga dapat diolah menjadi tahu non-kedelai dengan protein lebih tinggi. Ampas olahannya kembali dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sehingga efisiensi dan nilai tambah tetap terjaga.
Implementasi Visi-Misi Kepala Daerah
Program ini merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati, khususnya janji kepada kelompok pertanian dan peternakan. Pelaksanaan dilakukan lintas OPD agar tepat sasaran dan berdampak langsung.
Lokasi kegiatan difungsikan sebagai pusat edukasi peternak, ruang berbagi pengalaman, pelatihan rutin, dan pengaduan.
Kelompok binaan dikawal berkelanjutan, dengan dukungan tenaga ahli: kesehatan ternak, nutrisi, pengolahan pakan, serta ahli pemberdayaan masyarakat dari Ambon, Prof. Patrice, untuk penguatan organisasi dan tata kelola bantuan. 
Realisasi di Lapangan
Seluruh program direalisasikan langsung di lapangan. Dinas Peternakan Mimika bertindak sebagai pembina utama dan pengelola, sementara LSM 2PAM3 fokus pada pendampingan dan penguatan kelompok.
“Dengan pola ini, peternak terbantu, masyarakat diuntungkan dan ketahanan pakan lokal bisa terjaga secara berkelanjutan,” pungkas Antonius.
Sementara itu, Ketua DPD Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (Patri) Kabupaten Mimika Hasan Adadikam menekankan pentingnya keberadaan SP.
“Jadi, kita ini ada 10 SP. Namun harapan kami, Bapak dan Ibu sekalian perlu memahami bahwa SP ini adalah sebuah organisasi. Organisasi ini hadir untuk melindungi seluruh aset, hasil, dan proses transformasi, termasuk lahan-lahan milik Bapak dan Ibu,” imbuhnya.
Selama ini, diakui Hasan, kendala utama yang dihadapi peternak khususnya orang Papua adalah persoalan penguasaan dan status lahan transmigrasi.
“Inilah yang membuat kita sering tidak maju-maju. Karena itu, dengan adanya lembaga ini, kita berharap persoalan tersebut bisa mulai ditata dan diselesaikan secara bersama. Dan beliau (Anton Rahabav, red) yang hadir di tengah-tengah kita ini menjalankan tugas sebagai lembaga yang mengawasi administrasi pemerintahan, sekaligus membawa aspirasi yang bersumber dari Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat di Timika. Kita patut bersyukur, karena aspirasi itu disampaikan melalui orang kita sendiri,” pujinya.
Dengan dukungan dan kebersamaan semua peternak, Hasan yakin kedepan persoalan-persoalan lahan transmigrasi yang selama ini dihadapi masyarakat bisa tersampaikan dan kemudian perjuangkan secara resmi.
“Saya sampaikan, saya adalah Ketua PATRI. Jika Bapak atau Ibu memiliki persoalan lahan, silakan sampaikan kepada saya. Prosedurnya jelas dan tertib dimana kita akan mengisi formulir, data dan dokumen akan dikumpulkan. Lalu kami ajukan melalui lembaga ini untuk disampaikan secara resmi kepada pemerintah,” urainya.
Hasan menekankan pula bahwa tujuannya adalah agar bisa dicarikan solusi terbaik, termasuk pengajuan ganti rugi atau ganti untung yang adil bagi masyarakat.
Harapannya, dengan adanya ganti untung, Bapak dan Ibu merasa tenang dan dihargai atas hak lahannya.
Ia menambahkan, Pemerintah nantinya akan menggunakan dana Otonomi Khusus untuk menyelesaikan persoalan ini. Dan Ini bukan janji kosong, tetapi mekanisme yang memang disiapkan oleh negara untuk melindungi hak masyarakat Papua.
Karena itu, Hasan kemali mengajak bapak dan ibu untuk bergabung dan bersatu.
“Tugas kita adalah menjaga lahan rumah kita, lahan keluarga kita, dan lahan ibu-ibu semua, agar tidak ada lagi persoalan di kemudian hari,” ajaknya.
PATRI adalah ikatan perjuangan bersama untuk memperjuangkan hak dan menegakkan demokrasi secara bermartabat.
“Jika Bapak-Ibu merasa kesulitan, sampaikan dulu ke Pak Seksi, nanti diteruskan kepada saya sebagai Ketua PATRI. Selanjutnya, kami yang akan mengawal dan memperjuangkan sampai ke tingkat yang berwenang,” pungkasnya.
EHO
























