Kutuk Aksi Teror OTK di Tambrauw, Pemprov PBD Segera Ambil Langkah Tegas

Kaban Kesbangpol PBD George Japsenang melayat ke rumah duka almarhum Yeremia Lobo di Kompleks Kolam Buaya, Kelurahan Malanu, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, PBD, Selasa (17/3/2026) / Foto : KENN
Kaban Kesbangpol PBD George Japsenang melayat ke rumah duka almarhum Yeremia Lobo di Kompleks Kolam Buaya, Kelurahan Malanu, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, PBD, Selasa (17/3/2026) / Foto : KENN

Koreri.com, Sorong – Terkait dengan aksi teror hingga mengakibatkan korban jiwa honorer dan tenaga kesehatan di Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Maret 2026 ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Sedikitnya telah tiga kali terjadi aksi teror oleh orang tak dikenal (OTK) di Bamusbama mulai dari pembakaran kantor distrik setempat awal Desember 2024, kemudian tindak pidana penganiayaan hingga pembunuhan seorang tenaga honorer Pemkab Tambrauw Delano Kambu tanggal 9 Maret 2026.

Terbaru, dua orang tenaga kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Pratama Fef, Yeremia Lobu dan Edwin dibunuh oleh OTK di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Senin (16/3/2026).

Gubernur Elisa Kambu melalui Kepala Badan Kesbangpol PBD George Japsenang menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut.

Pemprov PBD dengan tegas menyatakan tidak setuju dan mengutuk keras tindakan-tindakan tersebut.

“Aksi kekerasan yang dilakukan, seperti pembunuhan, pembacokan, hingga penyiksaan, merupakan tindakan yang sangat biadab dan tidak manusiawi,” tegas George Japsenang kepada wartawan saat melayat di rumah duka almarhum Yeremia Lobo, Selasa (17/3/2026).

Ditegaskan lagi bahwa kejadian ini telah mengganggu aktivitas penyelenggaraan pemerintahan, khususnya di wilayah Kabupaten Tambrauw mengarah pada bentuk teror yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan, perekonomian, serta jalannya pembangunan di daerah tersebut.

Pemprov lanjut Kaban Kesbangpol mengatakan, bahwa langkah-langkah tegas akan diambil ke depan.

Upaya ini bertujuan untuk mengantisipasi dan memulihkan situasi keamanan agar kembali normal, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, pelayanan publik berjalan optimal, serta sektor kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan dapat berfungsi dengan baik.

Dalam penanganannya, Pemerintah akan mengedepankan kolaborasi dengan seluruh elemen, termasuk tokoh masyarakat, kepala suku, Pemerintah Kabupaten Tambrauw, unsur Forkopimda, Polres, dan Kodim setempat, guna bersama-sama menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.

Untuk itu, Pemda berharap situasi ini dapat segera ditangani dan dinormalisasi, sehingga aktivitas pemerintahan dan masyarakat dapat kembali berjalan seperti semula.

Suasana Duka Menyelimuti Rumah Duka Almarhum Yeremia Lobo

Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga almarhum Yeremia Lobo yang merupakan salah satu korban pembacokan dua (Nakes) dari Rumah sakit pratama Fef di kabupaten Tambrauw, saat jenazah korban tiba di rumah duka di Jalan Klazelo (Kolam Buaya), Kelurahan Malanu, Distrik Sorong Utara, Provinsi Papua Barat Daya, Selasa (17/3/2026).

Isak tangis keluarga pecah saat jenazah tiba sekitar pukul 10.00 WIT, disambut oleh kerabat dan warga sekitar yang telah menunggu sejak pagi hari.

Kehadiran jenazah almarhum membawa kesedihan mendalam bagi keluarga besar. Sejumlah anggota keluarga tampak tak kuasa menahan tangis, bahkan beberapa di antaranya harus dipapah karena terpukul atas kepergian sosok yang dikenal sederhana dan penuh tanggung jawab tersebut.

Marlius Randan, yang merupakan om almarhum, menyampaikan bahwa Yeremia Lobo dikenal sebagai pribadi yang baik dan pekerja keras. Meski intensitas pertemuan keluarga tidak terlalu sering karena kesibukan masing-masing, hubungan kekeluargaan tetap terjalin erat.

“Almarhum itu orang baik. Walaupun kami jarang bertemu karena kesibukan, tapi dia selalu menunjukkan perhatian kepada keluarga,” ujar Marlius dengan suara bergetar.

Kepergian Yeremia Lobo meninggalkan duka yang mendalam, terutama bagi istri dan seorang anaknya yang masih berusia satu tahun. Anak yang masih balita tersebut kini harus tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah, yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

Warga sekitar yang turut hadir juga mengenang almarhum sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul.

Kehadirannya di lingkungan tempat tinggalnya dinilai membawa dampak positif, sehingga kepergiannya menjadi kehilangan besar tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar.

KENN

Exit mobile version