Koreri.com, Timika – Pemerintah pusat dilaporkan bakal menerapkan kebijakan Work From Home (WFH).
Kendati demikian, hingga saat ini belum ada kelanjutan dari rencana pemberlakukan kebijakan dimaksud.
Hal itu dibenarkan Bupati Mimika Johannes Rettob merespon konfirmasi awak media, Selasa (31/3/2026).
“Memang hingga saat ini belum ada surat resmi maupun edaran dari pemerintah pusat untuk penerapan WFH,” responnya.
Belakangan ini, isu WFH sedang ramai dibahas di tingkat nasional.
Hal itu karena kebijakan untuk menghemat BBM. Sementara, Bupati Rettob menyebut Pemda memastikan belum ada urgensi untuk menerapkan kebijakan WFH di Mimika.
“Sampai saat ini belum ada surat resmi, belum ada surat edarannya sampai hari ini. Memang kita dengar di kementerian sudah melakukan WFH sebagai bagian dari efisiensi, termasuk untuk penghematan bahan bakar, tetapi itu belum sampai ke pemerintah daerah,” sambungnya.
Untuk memastikan ketersediaan bahan bakar di wilayah Mimika, Bupati Rettob meminta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta pihak Pertamina, stok berbagai jenis bahan bakar seperti avtur, minyak tanah, bensin, dan solar mencukupi.
Ia mengungkapkan bahwa stok yang tersedia saat ini diperkirakan aman hingga 12 hari ke depan, dengan tambahan pasokan yang dijadwalkan masuk dalam waktu dekat.
“Stok kita masih aman untuk 12 hari ke depan. Ini bukan berarti tidak ada pasokan, tapi berdasarkan kuota yang ada. Tanggal 1 sudah masuk lagi, tinggal kapal datang dan distribusi dilakukan, jadi tidak ada masalah,” terangnya.
TIM
