Koreri.com, Fef – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tambrauw menggelar rapat pemulihan pasca kejadian di Distrik Bamusbama dan Kampung Banfot, Distrik Fef pada Maret 2026 lalu.
Rapat pemulihan dipimpin Bupati Yeskiel Yesnath didampingi wakilnya Paulus Ajambuani dan Plt. Sekda Hasan B Tafalas berlangsung di Kantor Pemerintah setempat, Selasa (14/4/2026).
Turut hadiri unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) diantaranya, Ketua DPRK Tambrauw Yan Yosep Sundoy, Kapolres AKBP Praja Gandha Wiratama, S.H., S.I.K., M.H., Danramil Sausapor mewakili Dandim 1810 Tanmbrauw.
Hadir juga Wakil Ketua DPRK Tambrauw Septerius Wabia, Ketua Komisi I DPRK Frenky Gifelem, Anggota DPR Otsus Kabupaten Tambrauw Gabino Syufi, Anggota DPRK Tambrauw Yeremias Sedik, Wadansatgas 763 Fef, Kepala Distrik Fef, Kepala Distrik Bamusbama, Ketua KNPI Tambrauw Yosep Syufi, Ketua Dewan Adat dan kepala-kepala Suku serta LMA se-wilayah itu.
Rapat pemulihan ini juga dihadiri unsur Forkopimda Papua Barat Daya yakni Wakil Ketua II MRPBD Vencentius Paulinus Baru bersama Anggota Yustince Linda Yekwam dan Sekretaris Kelompok Khusus DPRP PBD Yeremias Y. Sedik.
Dalam rapat tersebut, para kepala suku menyatakan komitmennya untuk menjamin keamanan dengan turun langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat di masing-masing suku, guna menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Tambrauw tetap kondusif, aman dan nyaman.
Selain itu, bersama LMA, Ketua Dewan Adat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan, mereka juga menyampaikan sejumlah usulan kepada Pemerintah sebagai langkah pemulihan situasi sekaligus mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.
Beberapa usulan yang mengemuka antara lain mendorong ASN untuk kembali aktif bekerja, dengan pimpinan daerah sebagai teladan, diperlukan penguatan keamanan melalui patroli rutin serta pendekatan humanis oleh aparat keamanan.
Kemudian, pemberdayaan generasi muda menjadi perhatian melalui penyediaan lapangan kerja, kegiatan positif, serta peningkatan pendidikan agar tidak terpengaruh aktivitas negatif.
Pemda juga diminta untuk memprioritaskan orang asli Tambrauw dalam penerimaan CPNS, TNI/Polri, dan jabatan strategis, serta meningkatkan layanan kesehatan dan pendidikan.
Usulan lainnya mencakup penanganan masyarakat yang terdampak, pemberantasan miras dan narkoba, peningkatan transparansi pengelolaan dana, serta penguatan komunikasi publik agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas terkait kondisi keamanan.
Untuk menjawab aspirasi yang disampaikan, Bupati Yeskiel Yesnath menegaskan bahwa situasi kamtibmas dapat tercipta dari diri masing-masing.
Terkait pengamanan wilayah Tambrauw menjadi perhatian utama Pemerintah, sekaligus memastikan bahwa perekrutan anak asli Tambrauw akan diprioritaskan dalam berbagai penerimaan, termasuk TNI dan Polri.
Sedangkan usulan penerimaan CPNS 100 persen Orang Asli Tambrauw (OAT), Bupati pada prinsipnya menyetujui, namun mengakui adanya kendala yaitu keterbatasan anggaran daerah.
Kendati demikian, apabila kondisi keuangan kembali membaik, formasi ke depan siap dibuka dengan prioritas penuh bagi OAT. Pemerintah juga mendorong pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kreativitas generasi muda agar tidak hanya bergantung pada penerimaan CPNS.
“Seluruh masukan yang diterima akan kami kaji bersama jajaran Pemerintah untuk ditindaklanjuti. Saya juga mengapresiasi kepedulian semua pihak terhadap kemajuan Kabupaten Tambrauw, dan kami akan turun langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan seperti Bamusbama dan Yembun guna memulihkan kondisi agar kembali normal seperti sediakala,” tegas Bupati Yeskiel.
Hasil yang disepakati dalam rapat pemulihan tersebut, pemerintah bersama pihak keamanan TNI/Polri serta para kepala suku menjamin keamanan bagi masyarakat dan ASN yang bertugas di Kabupaten Tambrauw.
Bupati menghimbau kepada masyarakat agar dapat beraktivitas seperti biasa, serta meminta ASN untuk kembali bekerja di tempat tugasnya masing-masing.
KENN



















