Koreri.com, Timika – Kepala Distrik Mimika Baru Merlyn Temorubun, S.STP angkat bicara menyikapi kawasan belakang Kantor Pos Mimika yang kembali dilanda banjir pada Selasa, (5/5/2026) lalu.
Ia secara khusus menyoroti kondisi drainase yang dinilainya masih menjadi pemicu terjadinya banjir tersebut. Praktik penimbunan saluran drainase oleh warga itulah yang menjadi salah satu penyebab utama banjir.
Selain itu, keberadaan bangunan liar seperti rumah gantung dan kandang babi di atas aliran kali turut memperparah kondisi.
“Kenapa orang timbun drainase? Itu yang bikin air tidak bisa jalan. Ditambah lagi bangunan di atas kali, jelas air tertahan,” tegas Merlyn.
Ia menilai persoalan banjir ini tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi faktor penting yang menyebabkan masalah ini terus berulang setiap kali hujan turun.
“Kami sudah rencana mau keruk, tapi kami akan prioritaskan warga yang mau kerja sama. Jangan hanya berharap pemerintah, masyarakat juga harus bertanggung jawab,” cetusnya.
Sebagai langkah awal, Merlyn mengimbau warga untuk mulai membersihkan sampah yang menyumbat saluran air secara mandiri.
Menurutnya, upaya sederhana tersebut dapat membantu memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir.
“Angkat dulu sampah yang sumbat got. Itu tanggung jawab bersama. Ini harus jadi pelajaran,” tekannya.
Di sisi lain, warga terdampak mengungkapkan bahwa debit air dari kali besar sebenarnya cukup deras. Namun, aliran tersebut terhambat akibat drainase yang ditimbun serta dipenuhi sampah dan material bangunan, sehingga air meluap ke pemukiman.
“Airnya besar, tapi karena drainase sudah banyak ditimbun dan ada bangunan di atasnya, jadi meluap ke rumah warga,” ungkap salah satu warga.
Warga berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah tegas, termasuk normalisasi drainase serta penertiban bangunan liar, agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
JUL






























