Koreri.com, Sorong – Perum Bulog Kantor Cabang Sorong memastikan ketersediaan bahan pokok pangan di Provinsi Papua Barat Daya (PBD), khususnya beras dan minyak goreng masih dalam kondisi aman dan stabil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam tiga bulan kedepan.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Sorong, Riyadi Muslim mengungkapkan saat ini stok beras medium yang tersedia di gudang Bulog Sorong mencapai 4.091 ton.
Sementara stok minyak goreng Minyakita tercatat sebanyak 19.000 liter dan dalam waktu dekat akan mendapat tambahan pasokan sebanyak 44.000 liter.
Pernyataan tersebut disampaikan Riyadi saat ditemui di acara peluncuran program Sigerak (Sinergi Gerakan Pangan Murah Keliling) oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) PBD di Lapangan Kantor Gubernur setempat, Selasa (12/5/2026).
Menurut Riyadi, Bulog juga tengah menyalurkan bantuan pangan pemerintah kepada masyarakat berupa 1.311 ton beras serta 500 ribu liter minyak goreng.
“Ini merupakan bentuk bantuan pemerintah kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok sekaligus meredam tingginya permintaan pasar yang saat ini terus meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi stabilisasi harga guna mencegah lonjakan harga bahan pokok di pasaran.
Selain bantuan pangan, Bulog Sorong juga memfokuskan distribusi beras dan Minyakita ke pasar-pasar SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok).
Riyadi mengatakan, Bulog senantiasa fokus menjaga ketersediaan stok di pasar SP2KP karena pasar menjadi pusat utama pemenuhan kebutuhan masyarakat.
“Untuk Kota Sorong, kami menyuplai Pasar Remu dan Pasar Boswesen. Di kabupaten, distribusi dilakukan ke Pasar Warmon, Pasar Sausapor di Tambrauw, serta beberapa kios dan pasar di Raja Ampat. Fokus kami memang memastikan penyaluran Minyakita tersedia di pasar-pasar SP2KP,” jelasnya.
Ia menambahkan, Bulog terus menjaga kontinuitas pasokan agar tidak terjadi kekosongan stok di pasar.
Untuk itu, distribusi dilakukan secara rutin dua kali dalam sepekan, termasuk pada hari libur.
“Kami menambah frekuensi pengantaran menjadi dua kali seminggu supaya tidak terjadi keterlambatan distribusi dan stok di pasar tetap tersedia,” katanya.
Sebagai informasi, Pasar SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok) adalah pasar-pasar rakyat atau tradisional yang dipilih dan ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan sebagai titik pantauan utama harga dan stok bahan pokok secara harian.
Sistem ini bertujuan menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi daerah, serta memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.
ZAN
