Bappeda Mimika Perbarui Aplikasi SIMONEV, Perkuat Pengawasan Program Pembangunan

Bappeda Mimika Perbaharui Apilkasi SIMONEV

Koreri.com, Timika – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika terus memperkuat sistem pengawasan dan evaluasi pembangunan daerah melalui pembaruan aplikasi Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi (SIMONEV).

Pembaruan aplikasi tersebut dilakukan guna meningkatkan efektivitas pengendalian program kegiatan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar pelaksanaan pembangunan lebih terukur, transparan, dan tepat sasaran.

Kepala Bappeda Mimika, Septinus Timang, mengatakan SIMONEV merupakan sistem strategis yang berfungsi mentransformasi data dan realisasi program menjadi informasi kebijakan yang akurat dalam mendukung pengambilan keputusan pemerintah daerah.

“Seluruh progres pelaksanaan program dan kegiatan OPD akan diinput melalui aplikasi SIMONEV sehingga perkembangan pekerjaan di lapangan dapat dipantau secara berkala,” ujar Kepala Bappeda melalui Kabid Pengendalian dan Evaluasi Perencanaan Pembangunan, Izak A. Rahajaan dalam keterangannya, Selasa(19/5/2026).

Menurut Septinus, pembaruan aplikasi dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Bupati Mimika terkait pentingnya pengawasan terhadap progres pelaksanaan program pembangunan di lapangan.

Ia menjelaskan, SIMONEV memiliki empat fungsi utama dalam mendukung tata kelola pemerintahan, yakni menjaga konsistensi dokumen perencanaan, meningkatkan akurasi pengendalian teknis administrasi dan lapangan, memperkuat akuntabilitas serta transparansi, dan mendorong efisiensi penggunaan anggaran daerah.

Bappeda Mimika Perbaharui Apilkasi SIMONEV2“Melalui sistem ini, capaian program dapat diukur secara jelas, termasuk realisasi fisik kegiatan dalam satu tahun anggaran, apakah sudah mencapai target atau belum,” katanya.

Septinus menambahkan, sistem pelaporan kini tidak lagi dilakukan secara manual melalui laporan tertulis. Seluruh OPD diwajibkan melakukan penginputan data secara langsung melalui admin masing-masing OPD.

“Setiap OPD memiliki admin yang bertugas menginput progres pelaksanaan kegiatan di lapangan. Nantinya data itu dapat dipantau langsung oleh Bappeda hingga terkoneksi ke Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.

Bappeda berharap seluruh OPD lebih aktif melakukan penginputan data dan mempercepat progres pelaksanaan kegiatan, mengingat saat ini pelaksanaan APBD telah memasuki pertengahan tahun anggaran.

“Harapan kami seluruh OPD serius mengejar target capaian kinerja, baik administrasi maupun pelaksanaan fisik di lapangan, sehingga target pembangunan daerah dapat tercapai sesuai waktu yang ditentukan,” ujarnya.

Ia juga mengakui masih terdapat beberapa OPD yang progres fisiknya berada di bawah 10 persen.

Kondisi tersebut, kata dia, akan menjadi perhatian serius Bappeda dalam proses evaluasi dan pengendalian program pembangunan daerah.

EHO