Warga Tawiri Protes Kandang Ayam Picu Bau Menyengat, Minta Pemkot Tertibkan

IMG 20260529 WA0017

Koreri.com, Ambon – Warga Dusun Riang Kei, Negeri Tawiri, Kota Ambon, Maluku mengeluhkan bau menyengat dari kandang ayam petelur di wilayah itu.

Kandang ayam yang diprotes warga ini diketahui milik mantan anggota DPRD Kota Ambon, Ricky Helaha dan memang berada dekat dengan kawasan permukiman masyarakat.

Warga menilai aroma limbah kandang tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan lingkungan.

Keluhan warga disebut telah berlangsung cukup lama. Bau tidak sedap dari kandang ayam itu dikatakan semakin terasa pada waktu-waktu tertentu, terutama saat cuaca panas dan setelah hujan turun.

“Intinya kita tidak mau kandang ayam ada di sekitar sini, karena bisa membawa penyakit bagi masyarakat,” kata salah satu warga di Ambon, Jumat (29/5/2026).

Menurut warga yang enggan disebutkan namanya, pembersihan kandang baru dilakukan setelah adanya informasi bahwa tim Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon akan turun melakukan peninjauan lapangan.

“Pemilik baru lakukan pembersihan saat tahu ada tim DLHP mau turun. Sebelumnya bau sangat menyengat,” beber warga lainnya.

Selain mempersoalkan bau limbah, warga juga mengaku kecewa karena tidak dilibatkan secara langsung saat tim DLHP melakukan peninjauan ke lokasi kandang ayam.

Warga menyebut hanya Ketua RT yang mendampingi tim saat turun lapangan, sementara masyarakat terdampak tidak diberi kesempatan menyampaikan keluhan secara terbuka.

Menurut warga, alasan yang diberikan karena sebagian masyarakat sedang bekerja saat peninjauan berlangsung. Namun, warga menilai keresahan mereka seharusnya tetap menjadi perhatian serius Pemerintah daerah.

Warga juga menyesalkan adanya dugaan candaan tidak pantas dari oknum saat peninjauan berlangsung. Candaan tersebut dinilai meremehkan keresahan masyarakat terkait bau kandang ayam.

“Ada yang bilang masyarakat ini resah karena bau atau karena ayam bataria, sambil bercanda. Itu sangat tidak menghargai keluhan masyarakat,” ujar warga.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Ambon segera mengambil langkah tegas untuk menangani persoalan tersebut demi menjaga kesehatan dan kenyamanan warga sekitar.

Sementara itu, Kepala DLHP Kota Ambon, Apries Gaspersz, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan tim lapangan sebelum memberikan penjelasan lebih lanjut.

“Saya belum bisa kasih keterangan. Nanti selesai tim turun dulu supaya dapat data valid, baru saya kasih keterangan soal hal tersebut,” kata Apries.

RLS