Koreri.com, Ambon – Kepedulian Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Ambon, Lisa Wattimena, terhadap warga yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH) mendapat apresiasi dari Ketua RT 004/RW 004 Kelurahan Karang Panjang (Karpan), Kecamatan Sirimau, Yohanes Tupalesi.
Apresiasi tersebut disampaikan usai Lisa Wattimena turun langsung meninjau kondisi dua keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan, yakni keluarga Diana Carolus/Luhukay dan keluarga Au Tansora, di wilayah RT 004/RW 004 Kelurahan Karang Panjang.
Menurut Tupalesi, kehadiran Lisa di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa persoalan warga mendapat perhatian serius, terutama terkait kebutuhan rumah layak huni dan akses infrastruktur lingkungan.
“Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus karena Ibu Lisa Wattimena benar-benar memiliki semangat dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama terkait rumah layak huni dan akses jalan yang menjadi kebutuhan warga,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Ia mengaku terharu melihat Lisa tetap memilih turun langsung ke lokasi meskipun harus melewati medan yang cukup berat dan akses jalan yang terjal.
Dalam kunjungan tersebut, Lisa tidak hanya melihat kondisi fisik rumah warga, tetapi juga berdialog langsung dengan keluarga penerima manfaat untuk mendengar berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Baginya, kehadiran langsung di lapangan menjadi langkah penting agar pemerintah dapat memahami kondisi riil masyarakat dan mencari solusi yang tepat sesuai kebutuhan.
“Meskipun kondisi medan cukup curam, beta ingin melihat langsung kondisi masyarakat, khususnya keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni, sehingga kebutuhan mereka dapat diketahui dan menjadi perhatian bersama untuk dicarikan solusi,” ujar Lisa.
Tupalesi menilai sikap tersebut menunjukkan karakter pemimpin yang dekat dengan rakyat dan tidak hanya mengandalkan laporan administratif.
“Sebagai RT, saya sangat bersukacita karena Ibu Lisa bisa turun langsung ke lapangan. Medannya memang tidak mudah, bahkan bagi masyarakat biasa sekalipun terasa sulit untuk dilalui. Namun beliau tetap datang dan melihat langsung kondisi warga. Itu merupakan kelebihan seorang pemimpin yang patut dicontoh,” ungkapnya.
Menurutnya, langkah yang dilakukan Lisa memberikan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan perhatian pemerintah terhadap kondisi tempat tinggal dan kesejahteraan mereka.
Selain meninjau kondisi rumah warga, perhatian juga diberikan kepada keluarga Au Tansora yang selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi. Tupalesi menjelaskan bahwa keluarga tersebut tidak memiliki penghasilan tetap dan kerap bergantung pada bantuan dari pihak lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Untuk keluarga Tansora, mereka memang hidup dalam keterbatasan. Penghasilan tidak menentu dan terkadang hanya mengandalkan bantuan dari orang lain,” jelasnya.
Sementara itu, terkait keluarga Luhukay, ia mengatakan berbagai bantuan sosial selama ini terus diupayakan melalui pendampingan agar dapat diterima secara langsung oleh penerima manfaat sesuai ketentuan yang berlaku.
Lebih lanjut, Tupalesi mengungkapkan bahwa kedua keluarga tersebut telah diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi jangka panjang terhadap persoalan yang mereka hadapi.
“Kami sudah memasukkan kedua keluarga ini dalam usulan Musrenbang kelurahan. Namun tentu tidak semua kebutuhan bisa diselesaikan sekaligus. Harus ada proses dan penentuan prioritas sesuai kondisi yang ada,” katanya.
Ia berharap kepedulian yang ditunjukkan Lisa Wattimena dapat menjadi inspirasi bagi para pemimpin lainnya untuk lebih dekat dengan masyarakat dan memahami berbagai persoalan yang terjadi di lapangan secara langsung.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui program dan kebijakan, tetapi juga melalui kehadiran pemimpin yang mau mendengar, melihat, dan merasakan langsung kondisi warga yang membutuhkan perhatian.
JFL
























