Pastikan Ketersediaan Stok-Harga Bapok, TPID Kota Sorong-PBD Sidak Sejumlah Lokasi

IMG 20260715 WA0015

Koreri.com, Sorong – Guna memastikan ketersedian pasokan dan keterjangkauan harga bahan pokok di masyarakat, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Sorong dan Provinsi Papua Barat Daya (PBD) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar tradisional, distributor, dan ritel modern, Rabu (15/7/2026).

Lokasi yang menjadi sasaran sidak antara
lain Pasar Jembatan Puri, Pasar Remu, Distributor Bone Indah, dan Supermarket Gota.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia
Provinsi Papua Barat, Arif Rahadian,
mengatakan Sidak bertujuan untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai perkembangan harga sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan maupun penurunan harga komoditas di lapangan.

Diharapkan melalui informasi yang diperoleh akan menentukan kebijakan yang bisa diambil oleh pemerintah untuk mengendalikan harga, distribusi dan logistiknya.

“Dengan informasi tersebut bagaimana TPID mencari solusi dan mengendalikan harga barang kebutuhan tersebut.” jelas Arif.

Sementara itu Kepala Bagian Perekonomian Kota Sorong, Milan Latumeten menyampaikan berdasarkan hasil pemantauan, kenaikan inflasi pada Juni 2026 sekitar 6 persen terutama dipicu meningkatnya harga komoditas perikanan dan tarif transportasi udara.

“Hari ini kami turun ke beberapa lokasi yang menjadi penyumbang inflasi pada Juni 2026. Berdasarkan data, inflasi terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga ikan dan tiket pesawat. Dua komponen ini memberikan kontribusi cukup besar terhadap kenaikan inflasi di Kota Sorong,” ujar Milan

Untuk kenaikan harga ikan dipastikan terjadi akibat faktor cuaca yang kurang bersahabat sehingga memengaruhi hasil tangkapan nelayan.

Selain ikan, salah satunya komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu minyak goreng.

Bahkan saat melakukan inspeksi ke sejumlah toko ritel modern, termasuk Indomaret, ditemukan stok minyak goreng dalam kondisi kosong.

Menghadapi kondisi tersebut, TPID kota Sorong akan berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan pasokan, khususnya minyak goreng.

“Kami akan menggandeng Bulog untuk mengajukan penambahan pasokan minyak goreng dari pemerintah pusat. Kami juga akan membantu memenuhi kebutuhan toko-toko dan supermarket, seperti Gota maupun ritel modern yang saat ini mengalami kekosongan stok,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar pasokan komoditas tersebut berasal dari luar daerah sehingga diperlukan dukungan pemerintah pusat agar distribusi ke Kota Sorong dapat ditingkatkan.

“Kami akan berkoordinasi dengan kementerian maupun instansi terkait agar alokasi pasokan ke Kota Sorong dapat ditambah sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan harga dapat kembali stabil,” jelasnya.

Milan juga menambahkan selain menjaga stabilitas harga, kehadiran pemerintah secara rutin di lapangan juga diharapkan memberikan dampak positif bagi para pedagang.

“Dengan pengawasan yang dilakukan secara berkala, baik mingguan maupun bulanan, pedagang dapat melihat bahwa pemerintah terus memantau perkembangan harga. Harapannya, hal ini dapat mencegah praktik spekulasi harga sekaligus memberikan rasa tenang kepada masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok,” pungkasnya.

ZAN