Peresmian Blok Masela: Wilayah Geostrategis Laut Indonesia Tambah Luas

peta lokasi blok masela
Peta lokasi Blok Masela, Kabupaten Kepulauan Tanimbar / Foto : Ist

Koreri.com, Jakarta – Indonesia memperluas wilayah geopolitik dan geostrategis lautnya menjadi bertambah dengan dimulainya kegiatan penambangan gas alam Blok Masela di Maluku pada tanggal 16 Juli 2026 oleh Presiden Prabowo.

Hal tersebut disampaikan Theofransus Litaay, Dosen Hukum Laut Internasional pada Fakultas Hukum UKSW Salatiga, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/7/2026).

Hal ini menggambarkan bahwa wilayah Kepulauan Tanimbar dan sekitar Laut Arafura, yang pada waktu dulu hanya dikenal sebagai wilayah penangkapan ikan, sekarang memiliki makna yang semakin strategis karena menjadi salah satu sumber gas alam terbesar di dunia dan dapat dimanfaatkan oleh Indonesia untuk waktu yang sangat panjang.

Menurut Dewan Penasehat Toma Maritim Center ini, proyek tersebut menjadi salah satu Program Strategis Nasional dan merupakan objek vital negara.

Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan situasi sebelumnya.

Dengan situasi yang ada, kehadiran proyek strategis nasional dan objek vital negara tentunya membutuhkan pengamanan, khususnya dari segi hukum laut dan pengamanan di laut.

Hal ini karena wilayah tersebut berdekatan dengan perbatasan tiga negara yaitu Indonesia, Timor Leste, dan Australia. Secara strategis, negara Amerika Serikat juga memiliki pangkalan di Darwin, Northern Territory, Australia yang langsung berbatasan dengan Indonesia, ujar doktor lulusan Charles Darwin University Australia ini.

“Perbatasan antara ketiga negara ini tentunya membutuhkan keamanan laut yang ekstra karena di atasnya terdapat proyek dengan nilai yang sangat besar,” terang Theofransus Litaay.

Kehadiran Blok Masela tidak saja untuk menjawab kebutuhan Indonesia, tetapi juga dimanfaatkan oleh Indonesia untuk mengekspor energi ke luar negeri, khususnya ke negara-negara tetangga di sekitarnya.

Oleh karena itu, di wilayah Indo-Pasifik, proyek ini juga akan memiliki nilai strategis.

Kehadirannya secara nyata merupakan salah satu sumber gas alam terbesar di wilayah Pasifik dan di wilayah Melanesia.

Proyek ini juga merupakan satu-satunya sumber gas abadi di laut yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak dalam kerja sama ekonomi yang semakin menguntungkan Indonesia.

“Apabila kita melihat lebih jauh, maka perluasan wilayah geostrategis laut Indonesia, atau geostrategis hukum laut Indonesia, tidak hanya terjadi di wilayah Blok Masela, tetapi juga di wilayah Sabang dalam kaitannya dengan rencana kerja sama Indonesia dan India untuk membangun pelabuhan samudra di Sabang,” tegasnya.

Dan apabila hal tersebut berjalan sesuai dengan rencana, maka akan terjadi perluasan wilayah pengaruh Indonesia di laut, baik di laut wilayah maupun di laut internasional.

RED