Koreri.com, Timika – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) melanjutkan pelaksanaan Profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2026, Kamis (27/8/2026).
Memasuki hari kedua, kegiatan yang berlangsung sejak Rabu (26/8/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Mimika memetakan potensi, kompetensi, serta karakteristik ASN secara objektif dan terukur.
SMP YPPK St. Bernardus menjadi salah satu lokasi pelaksanaan ujian. Berdasarkan data kehadiran, sebanyak 228 ASN mengikuti profiling yang terbagi dalam tiga sesi, masing-masing 76 peserta.
Sesi pertama berlangsung pukul 08.00–11.00 WIT, dilanjutkan sesi kedua pukul 11.30–14.30 WIT, dan sesi ketiga pada pukul 15.00–18.00 WIT.
Peserta berasal dari berbagai jenjang jabatan dan rumpun kepegawaian, mulai dari pejabat struktural, pejabat fungsional, pelaksana hingga tenaga teknis.
Sejumlah pimpinan perangkat daerah turut ambil bagian dalam profiling tersebut, di antaranya Asisten Administrasi Umum, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, serta sejumlah kepala dinas dan badan di lingkungan Pemkab Mimika.
Selain pimpinan OPD, peserta juga berasal dari unsur kewilayahan dan struktural, seperti kepala distrik, sekretaris distrik, kepala kelurahan, sekretaris dinas, kepala bagian, kepala bidang hingga kepala subbidang.
Dari rumpun kesehatan, peserta mencakup dokter, perawat, perawat gigi, bidan, apoteker, asisten apoteker, fisioterapis, epidemiolog kesehatan, nutrisionis, sanitarian, perekam medis hingga pranata laboratorium kesehatan.
Sementara dari sektor pendidikan, profiling diikuti pengawas sekolah dan guru dari berbagai jenjang jabatan fungsional.
Adapun dari rumpun administrasi dan teknis, peserta berasal dari berbagai jabatan, antara lain pelaksana, penelaah teknis kebijakan, analis pemerintahan, analis perencanaan, analis tata usaha, analis keamanan, analis hukum pertanahan, analis sistem informasi, pengadministrasi, pengolah data dan informasi, serta pranata komputer.
Pelaksanaan profiling diharapkan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi dan kompetensi masing-masing aparatur.
Hasil pemetaan tersebut selanjutnya dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengembangan karier, penempatan pegawai, peningkatan kompetensi, serta pengelolaan sumber daya aparatur secara lebih tepat sasaran.
Melalui pemetaan yang objektif dan terukur, Pemkab Mimika terus mendorong penerapan manajemen ASN yang profesional dan berbasis sistem merit.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas dan profesionalisme aparatur, tetapi juga berdampak pada peningkatan kinerja pemerintahan serta kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Mimika.
TIM


























