75 Peserta Pelatihan Budidaya Ayam Petelur di Biak Turun Lapangan

75 OAP Peternak Ayam Petelur turlap

Koreri.com, Biak – Pelatihan budidaya ayam petelor bagi 75 pelaku usaha OAP di Biak yang digelar Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) setempat telah memasuki hari ke tiga.

Pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga ini berlangsung di Hotel Arumbay Biak, Kamis (27/7/2023).

Sesuai arahan Bupati yang disampaikan Sekda bahwa secara khusus pelatihan ini ditujukan kepada OAP yang menjadi prioritas dimana sumber biayanya jelas melalui Dana Otsus dan pemerintah akan memberikan modal melalui koperasi.

Di hari ke tiga pelatihan ini, para peserta turun lapangan guna melihat secara jelas dan mendapat pengalaman terkait budidaya ayam petelur.

Peserta diarahkan ke beberapa titik yang dianggap sudah mapan dalam melakukan budidaya ayam petelur.

Selain berkunjung ke kandang Terry Sroyer, peserta pelatihan juga berkesempatan mengunjungi lokasi budidaya ayam petelur Kandorwai Farm milik Samparisna Kbarek.

Samparisna dalam arahannya kepada peserta pelatihan, mengakui awalnya ia pun mengalami hal yang sama seperti rekan-rekan lainnya yakni banyak kendala yang dihadapinya terutama terkait pangan dan penyakit yang menyerang,

“Tetapi kalau sampai saat ini ayam petelur saya sudah berjumlah ribuan ekor dan hasil telurnya sudah swasembada itu karena disiplin, ulet dan rajin serta pantang menyerah.  Rekan-rekan pembudidaya harus memiliki jiwa seperti ini jika ingin maju dalam usaha yang ditekuni,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Marheines Wabiser (Kabid. Sarana Prasarana penyuluhan) ketika di konfirmasi mengatakan, ia melihat hal ini sangat baik karena betul-betul bermanfaat bagi peserta pelatihan.

“Jadi peserta pelatihan dalam 3 hari ini ada bekal yang dia dapat dalam rangka melakukan usaha budidaya ayam petelur nantinya,” ungkapnya.

Dikatakan Wabiser, saat ini Kabupaten Biak Numfor dalam status swasembada telur. Dan pelatihan ini adalah salah satu usaha yang dilakukan untuk mempertahankan swasembada itu sendiri.

“Inilah bentuk perhatian dari Dinas Peternakan dalam hal ini Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Biak Numfor untuk mempertahankan status swasembada itu,” tandasnya.

Hal ini juga, lanjut Wabiser, sebagai bentuk keseriusan dari Pemerintah sehingga pembinaan dan pelatihan bagi peserta usaha budidaya ayam petelur ini bisa terlaksana.

“Hari ini merupakan hari ke tiga pelatihan budidaya ayam petelur setelah dua hari mengikuti materi. Hari ke tiga ini para peserta pelatihan sebanyak 75  orang dibawa langsung ke lokasi kandang ayam petelur dari beberapa pembudidaya yang kami anggap sudah sukses dan hal ini kami lakukan agar menjadi motivasi bagi para peserta pelatihan yang notabene sebagian besar adalah pemula,” lanjutnya.

drh. Bambang Haryanto selaku Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan di DPKP Biak ketika dikonfirmasi mengaku bersyukur atas kegiatan pelatihan dimaksud.  Karena dengan adanya pelatihan ini, memungkinkan akn lebih optimal nantinya.

“Menurut pengamatan saya rekan-rekan peserta OAP yang mengikuti pelatihan budidaya ayam petelur ini sangat merespon semua materi yang diberikan para penyuluh. Demikian juga saat turun lapangan untuk melihat secara langsung kandang ayam petelur dari beberapa rekan yang sudah berhasil, mereka sangat antusias dan bersemangat. Dan saya berharap ke depan kami ciptakan banyak peternak handal dari rekan-rekan OAP yang masih muda-muda dan berharap juga ke depannya Biak tetap menjadi swasembada telur,” harapnya.

Engelbert, salah seorang peserta pelatihan mengatakan bahwa dengan melihat secara langsung menjadi pengalaman berharga baginya.

“Karena banyak hal yang bisa dipelajari dan ditiru dari rekan-rekan yang sudah lebih dulu memelihara ayam petelur,” tandasnya.

Samsudin dari Bidang Peternakan Kesehatan Hewan Seksi Produksi dan Perbibitan menambahkan, bantuan dari Pemda telah diturunkan sejak 2020 sebesar 1000 ekor ayam petelur dan sebanyak 5000 ekor di 2021.

Sementara tahun ini, sebanyak 15.000 ekor.

Bupati, sambung dia, berharap melalui bantuan ini dapat melahirkan pengusaha-pengusaha OAP yang ada di Biak Numfor.

“Dari 75 pelaku usaha OAP yang mengikuti pelatihan budidaya ayam petelur ini, sekian peserta ada yang sudah mendapatkan bantuan dan usahanya sudah berjalan. Dan peserta pelatihan yang lain masih menungu bantuan yang akan diberikan,” pungkasnya.

HDK