Opini  

Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Ekonomi Industri, Pendekatan Investasi dan Hilirisasi

Catatan Refleksi:  Agustinus R. Kambuaya

IMG 20210903 WA0004

Koreri.com – Bagamana kesiapan kita? Kita jadi pemain atau penonton? Kalau tidak jadi pemain minimal kita jadi skrup kecil !

Logika pejabat yang bukan pengusaha, mindset mereka semudah presentasi. Itu beda dengan Bahlil, dia pelaku langsung, matang dalam lika-liku itu.

Ada namanya Babel Ekonomi Investasi, pertumbuhan ekonomi tanpa pemerataan, gelembung ekonomi atau keropos.

BP dan Freeport saja kita tidak ambil bagian menjadi vendor kecil seperti suplai makanan, tidak bisa!

Akhirnya PSU atau Pangan Sari Utama di Surabaya menghidupkan sejumlah kabupaten di Jawa timur sebagai suplayer makanan untuk mereka. Lalu PSU suplai ke perusahaan di Papua.

YPMAK di Mimika juga masih terus terusik atau Subitu 7 Suku Bintuni belum jadi pemain.

Bagaimana orang Papua secara individu, perusahan, masyarakat adat, koperasi turut menjadi skrup atau bagian dari rantai produksi Kawasan Ekonomi Khusus? Ini PR berat untuk kita !

Investasi punya logika utama yaitu Trickle Down Effect.

Efek menetes ke bawah, menyerap lapangan kerja atau tenaga kerja lokal, memberi pendapatan dan daya beli serta memberikan PAD. Tujuannya, alih teknologi, alih modal dan alih pengetahuan.

Bagaimana perkembangan Badan Usaha Milik Daerah selama ini sebagai institusi bisnis dan ekonomi yang akan menjadi operator langsung dalam arus ekonomi nasional dan investasi yang banjir ke Papua?

Mari kita evaluasi diri dan menyiapkan diri untuk merebut peluang ini agar orang asli Papua atau OAP tidak tersingkir dan termarjinalkan di persimpangan zaman.

Mari siapkan diri kita.

Apa kemampuan kita?

Bagaimana persiapan kita?

Itu pertanyaan untuk kita semua berbenah diri hadapi Tsunami Investasi,

UU Otsus vs Ominibuslaw.

(*)