Pemilih Jalani TPS Acak, Pemilu di Kota Sorong Berpotensi Ini

Pj Walkot Sorong Septinus Lobat
Penjabat Wali Kota Sorong Septinus Lobat, S.H.,MPA / Foto : Suzan

Koreri.com, Sorong – Gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 14 Februari 2024 bakal segera berlangsung.

Tinggal menghitung jam menuju proses pencoblosan dala Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Legislatif dari tingkat Kabupaten/Kota hingga ke pusat yang dimulai sejak pukul 07.00 Wit.

Salah satu wilayah di Provinsi Papua Barat Daya (PBD) yaitu Kota Sorong yang terdiri dari 10 distrik, 41 Kelurahan dan 1028 RT dilaporkan telah siap menggelar pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Khusus untuk Kota Sorong terdapat 4 daerah pemilihan (dapil) dan 2 dapil untuk tingkat provinsi dengan jumlah total 730 TPS. Di tingkat provinsi, dapil 1 terdapat 352 TPS dan dapil 2 terdapat 378 TPS.

Terkait dengan pelaksanaannya, Penjabat Wali Kota Sorong Septinus Lobat mengakui sampai dengan saat ini, persiapannya telah rampung 100 persen.

Namun ia tak menampik soal adanya potensi kendala atau masalah yang akan dihadapi penyelenggara di lapangan terkait lokasi TPS pemilih.

“Ini mungkin yang saya mau sampaikan tentang apa yang nantinya mungkin kita akan hadapi di lapangan terkait persebaran pemilih. Pemilih ini tidak harus ada di TPS-nya karena pada saat pendaftarannya itu kebanyakan teracak. Tadinya ada di kelurahan ini, bisa teracak ke kelurahan lain. Itu yang mungkin akan kita antisipasi kondisi di lapangan,” bebernya saat menerima kunjungan Penjabat Gubernur PBD Muhammad Musa’ad di Pemerintah Kota Sorong, Selasa (13/2/2024).

Pj Gub PBD Kunker Kota SorongLobat tak menampik jika perekrutan Panitia Pendaftar Pemilih (Pantarlih) menjadi salah satu penyebab daftar pemilih teracak.

“Karena perekrutan pada saat itu, Pantarlih ini mereka direkrut juga lewat seleksi online sehingga tidak didapat dari lingkungan dimana dia berada.

Lobat mengaku terhadap kondisi ini, pihaknya telah mengambil langkah antisipasi.

“Kita mengantisipasi untuk menghindari keributan di TPS karena tadi saya cek di kepala distrik diakui bahwa itu satu kendala,” akuinya.

Pihaknya kemudian memberikan instruksi ke para kepala distrik untuk mengawasi secara ketat.

“Jadi tadi saya juga sudah arahkan para kepala distrik supaya kondisi terakhir di TPS harus diawasi dengan baik. Karena pemilih yang tadinya disitu kemudian namanya teracak ke kelurahan lain sehingga hal ini berpotensi bisa ribut. Tapi kita semua berharap itu tidak terjadi,” ujarnya.

Penjabat Gubernur PBD Muhammad Musa’ad melakukan kunjungan kerja ke Kota Sorong.

Kunjungan tersebut dalam rangka tatap muka bersama Pejabat dan ASN di lingkup Pemerintah Kota Sorong, Selasa (13/2/2024) pagi, bertempat di gedung Lambert Jitmau.

Hadir dalam kegiatan Pj Sekretaris Daerah PBD Edison ME, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekubang George Yarangga serta Kepala Dinas dan Pejabat di lingkungan kerja PBD dan Kota Sorong.

ZAN