Koreri.com, Sorong – Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn) Cabang Papua Barat menggelar Workshop, Seminar, dan One Day Trip di Aston Sorong Hotel, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan mutu layanan laboratorium, khususnya di fasilitas kesehatan dengan keterbatasan peralatan.
Ketua Panitia kegiatan, dr. Lanti Setiawati, MM, Sp.PK, mengatakan fokus utama diarahkan pada penguatan kemampuan dasar pemeriksaan mikrobiologi yang sederhana namun berdampak besar dalam penanganan pasien.
“Tidak semua fasilitas kesehatan memiliki alat canggih. Karena itu, kami dorong penggunaan metode sederhana yang tetap berkualitas, agar hasil pemeriksaan lebih akurat dan bermanfaat bagi klinisi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami prosedur penanganan sampel mikrobiologi, melakukan teknik pewarnaan sederhana, serta menginterpretasikan hasil pemeriksaan dengan tepat.
Kemampuan tersebut dinilai penting untuk membantu tenaga medis dalam menentukan terapi, termasuk penggunaan antibiotik yang lebih rasional.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang pemantapan mutu laboratorium agar hasil pemeriksaan dapat dipertanggungjawabkan dan tidak keliru.

“Dengan penguatan dari tingkat layanan dasar, kami berharap diagnosis lebih tepat dan penggunaan antibiotik tidak sembarangan, sehingga dapat mencegah risiko resistensi,” jelas dr. Lanti.
dr. Era Maryani, Sp.PK ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn) Cabang Papua Barat periode 2025–2028 mengatakan ini menjadi momentum untuk memperkuat organisasi melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.
PDS PatKLIn tidak hanya berfokus pada internal organisasi, tetapi juga membangun koneksi dengan para klinisi dan pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah.
“Kami ingin memastikan tidak ada sekat antara DSPK dengan organisasi profesi lainnya. Kolaborasi ini penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam penegakan diagnosis dan koordinasi layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Selama tiga tahun kedepan, PDS PatKLIn Papua Barat menargetkan peningkatan mutu layanan laboratorium serta penguatan komunikasi antarprofesi.
Dengan pendekatan yang lebih terbuka dan kolaboratif, diharapkan pelayanan kesehatan di Tanah Papua semakin optimal.
Sejumlah program prioritas juga telah disiapkan, antara lain kegiatan pengabdian masyarakat seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan rutin, serta bakti sosial juga pengembangan karya ilmiah.
Era Maryani juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) atas dukungan terhadap kegiatan organisasi di Kota Sorong.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah daerah. Kedepan, kami berharap sinergi ini terus terjalin untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan kesehatan di Papua,” tutupnya.
Kegiatan ini menjadi yang pertama digelar di wilayah PBD sejak pemekaran wilayah organisasi PDS PatKLIn, yang kini mencakup Papua Barat, PBD dan Papua Tengah.
Peserta tidak hanya berasal dari dokter spesialis patologi klinik, tetapi juga melibatkan dokter umum dan tenaga teknis laboratorium medis (ATLM), terutama yang bertugas di puskesmas dan layanan kesehatan dasar.
Total sebanyak 6 anggota dokter spesialis patologi klinik Khusus PBD yang tersebar di Kota Sorong (4 orang), Sorong Selatan (1 orang), dan Raja Ampat (1 orang).
ZAN
























