Koreri.com, Jayapura – Kerukunan Maesaan Motoling yang menaungi warga asal Minahasa di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Keerom menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih pengurus baru periode 2025–2030.
Agenda lima tahunan ini berlangsung penuh keakraban di Jayapura, Minggu (21/9/2025), dengan semangat memperkuat persaudaraan dan kontribusi nyata bagi pembangunan Papua.
Staf Ahli Wali Kota Jayapura Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Sem Stenly Meraudje, saat membuka Musda menegaskan pentingnya sinergi kerukunan dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan visi Kota Jayapura yang bersih, aman, dan terang.
“Musda ini menjadi momentum peneguhan komitmen untuk terus berkarya, berkontribusi bagi pembangunan daerah, khususnya di Kota Jayapura,” ujarnya.

“Tema ini mengingatkan kita untuk saling menopang, mendukung, dan memperhatikan satu sama lain, baik dalam suka maupun duka,” ucapnya.
Sem juga mengajak kerukunan untuk merawat nilai-nilai leluhur Minahasa sekaligus meneguhkan semangat hidup orang Papua yang menjunjung kasih, persatuan, dan kebersamaan.
Di Musda tersebut, Pdt. Yance Raunsay terpilih sebagai Ketua Kerukunan Maesaan Motoling periode 2025–2030.
Dalam sambutannya, Yance menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Papua.

Wakil Ketua Panitia Musda sekaligus Wakil Ketua terpilih, Sonce Manampiring, mengungkapkan Musda kali ini diikuti sekitar 140 anggota dan pengurus kerukunan.
“Kami berterima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Jayapura, khususnya Wali Kota Abisai Rollo, yang memungkinkan Musda berjalan lancar. Harapannya, pengurus baru dapat segera bersinergi dengan pemerintah untuk terus berkarya,” ujarnya.
Musda ini menegaskan peran Kerukunan Maesaan Motoling bukan hanya sebagai wadah silaturahmi warga Minahasa di Tanah Papua, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan, menjaga kerukunan, dan memperkuat semangat kebersamaan lintas budaya di Bumi Cenderawasih.
EHO




















