Koreri.com, Wamena (05/11) – Kepolisian Resor Jayawijaya, Papua sedang melakukan pengejaran terhadap 36 orang wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) terselubung di wilayah ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Papua.
Kapolres Jayawijaya AKBP, Yan Pieter Reba di Mapolres Jayawijaya, Sabtu (04/11), mengatakan bahwa empat orang diantara PSK-PSK tersebut sudah ditangkap dan telah dipulangkan ke daerah asalnya.
“Ada 40 orang, 36 diantaranya masih kita cari, sedangkan empat orang sudah kita pulangkan. Kita akan cari agar mereka tidak melakukaan praktik prostitusi,” kata AKBP Yan.
Berdasarkan informasi yang di dapat dari masyarakat setempat, PSK-PSK tersebut diketahui beroperasi di dua tempat yaitu di sekitar Distrik Wesaput dan Jalan JB Wenas.
“Mereka tidak menggunakan sistem online, mereka menggunakan jasa kurir,” ujarnya.
Kapolres memastikan bahwa PSK-PSK itu tidak hanya beraktifitas di dua tempat tersebut, tetapi ada kemungkinan juga melakukan aksinya di tempat lain.
“36 orang ini masih bersembunyi di rumah warga sehingga di tempat praktik tidak ditemukan mereka dan kami akan menindak tegas warga yang bersengkongkol untuk menyembunyikan puluhan PSK tersebut,” jelas AKP Yan.
Seperti diketahui, pada tahun 2015 Pemkab Jayawijaya pernah memulangkan beberapa PSK namun saat ini mereka kembali dan beraksi lagi dengan cara sembunyi-sembunyi.
Seorang tukang ojek yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa biaya sekali pakai PSK terselubung adalah Rp. 500 ribu.
MP-RR






























