Koreri.com, Timika – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Wilayah Maluku mulai melaksanakan kegiatan rampcheck terhadap armada angkutan kapal dan bus guna memastikan kelancaran dan keselamatan layanan transportasi selama bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Rampcheck atau pemeriksaan kelayakan transportasi ini dilakukan di Pook Damri, terminal transit Passo dan pelabuhan penyeberangan. Sementara itu, angkutan penyeberangan dilaksanakan di Pelabuhan Galala, Namlea, Hunimua dan Waipirit,” ungkap Kepala BPTD Kelas II Wilayah Maluku Hasan Bisri kepada awak media saat temui di ruang kerjanya, Kamis (29/1/2026).
Pemeriksaan meliputi aspek teknis kendaraan seperti pengereman, lampu, ban, kelengkapan asministrasi kendaraan dan pengemudi. Sementara di kapal diperiksa dokumen kapal, alat keselamatan jiwa, alat pemadam kebakaran, kondisi teknis mesin dan lainnya.
“Kami bersama pemangku kepentingan terkait telah menyusun rencana kesiapan angkutan Lebaran Idul Fitri 2026. Pemerintah pusat juga telah menginstruksikan pelaksanaan rampcheck terhadap sarana dan prasarana transportasi yang mendukung kelancaran angkutan lebaran,” sambungnya.
Tak hanya itu saja, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalui Direktorat Sungai, Danau, dan Penyeberangan juga telah melakukan pemeriksaan standar pelayanan minimum (SPM) di dermaga Hunimua dan Waipirit sebagai langkah antisipasi dini.
“Walaupun masih sekitar dua bulan lagi, pemerintah sudah mengantisipasi karena pergerakan angkutan Lebaran jauh lebih besar dibandingkan angkutan Nataru,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan rampcheck dan pemeriksaan sejak dini, seluruh sarana dan prasarana transportasi darat maupun penyeberangan di Maluku dapat beroperasi dalam kondisi laik dan aman selama Ramadhan dan angkutan Lebaran 2026.
Pihaknya berharap koordinasi antaroperator dan pengelola pelabuhan dapat semakin ditingkatkan, khususnya dalam penyesuaian jadwal kapal, sehingga tidak terjadi kekosongan layanan pada lintasan tertentu. Dengan demikian, mobilitas masyarakat selama Ramadhan hingga puncak arus mudik dan balik Lebaran dapat berjalan lancar, tertib, dan selamat.
“Artinya meskipun masih dua bulan tapi Pemerintah sudah mengantisipasi karena pergerakan angkutan Lebaran nantinya jauh lebih banyak dari pada angkutan Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya.
JFL




























