BI Papua Barat Gelar “4th KASUARI” di Sorong, Upaya Berkelanjutan bagi Pelaku UMKM

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat gelar 4th KASUARI (Kurasi, Pelatihan Kapasitas UMKM Berdikari) di Kota Sorong / Foto : Suzan
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat gelar 4th KASUARI (Kurasi, Pelatihan Kapasitas UMKM Berdikari) di Kota Sorong / Foto : Suzan

Koreri.com, Sorong – Bank Indonesia terus berkomitmen dan konsern mengupayakan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan melalui para pelaku usaha mikro dan menengah (UMKM) lokal.

UMKM bukan hanya sebagai penggerak ekonomi lokal tapi menjadi salah satu potensi penting dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepedulian itu direalisasikan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat melalui 4th KASUARI (Kurasi, Pelatihan Kapasitas UMKM Berdikari) yang digelar di Vega Prime Hotel & Convention Sorong, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (12/2/2026).

4th KASUARI merupakan kegiatan yang berkelanjutan dan bukan kegiatan Accidental yang diikuti para pelaku UMKM tersebut telah dilakukan melalui tahapan terukur dan berbasis kualitas.

Mewakili KPw Bank Indonesia Papua Barat, Akhmad Yudha mengatakan BI senantiasa konsisten memberikan perhatian dan dukungan bagi pelaku pelaku UMKM di wilayah kerja baik di Papua Barat maupun Papua Barat Daya agar dapat memiliki modal bisnis yang semakin kuat dan berdaya saing.

“Kegiatan KASUARI ini merupakan proses kurasi UMKM potensial dan unggulan lokal yang menilai standar dan kualitas produk, serta visi pengembangan usaha sehingga dapat memenuhi permintaan dan selera pasar,” ungkapnya.

Dikatakan Yudha, dengan tingginya antusiasme pelaku UMKM dilihat dari 100 pelaku UMKM kabupaten-kota di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya yang telah mendaftar dan mengikuti proses seleksi administrasi maka yang terpilih adalah 28 UMKM dari Papua Barat dan 32 UMKM dari Papua Barat Daya untuk mengikuti kurasi.

Tahap Kurasi diawali dengan proses pemetaan tingkat kesiapan UMKM dari Papua Barat dan PBD secara objektif dengan tujuan agar usaha pendampingan dari Bank Indonesia akan lebih tepat sasaran.

IMG 20260212 WA0022Dijelaskan juga untuk menjaga kualitas dan profesionalitas KPw Bank Indonesia bekerja sama dengan Rumah Kurasi yang berasal dari Kota Kediri, Jawa Timur yang telah bersandar nasional serta beberapa kriteria lainnya.

“Kami harap seluruh pelaku UMKM ini dapat mengikuti kurasi dengan pikiran terbuka dan semangat untuk terus bertumbuh, jadikan kurasi sebagai sarana refleksi dan perbaikan bagi usaha yang sedang dijalankan,” imbuhnya.

BI juga berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra strategis UMKM bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

Pelaku UMKM yang berhasil lolos kurasi akan berkesempatan mengikuti pendampingan dan pelatihan pengembangan usaha, keikutsertaan dalam kegiatan promosi perdagangan, serta event lainnya yang berskala regional, nasional dan internasional.

Kegiatan KASUARI itu juga dirangkai dengan Kick-Off Strategic Regional Program (SRP): Torang Creative and Ecotourism Festival Tahun 2026 sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah kerjanya melalui pengembangan UMKM, Ekonomi Kreatif dan Pariwisata berbasis kearifan budaya lokal.

Kegiatan TCEF untuk mengintegrasikan agar UMKM, ekonomi kreatif dan ekowisata dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

“Tahun ini, kegiatan TCEF akan kembali diselenggarakan di Kota Sorong, Papua Barat Daya,” sambung Yudha.

Kegiatan TCEF merupakan bentuk apresiasi dan kepercayaan BI terhadap antusiasme masyarakat Kota Sorong serta kolaborasi yang hangat dan konstruktif dengan Pemda.
Kepercayaan itu didapatkan dari capaian kegiatan TCEF tahun 2025 yang sangat positif, diantaranya jumlah pengunjung sebanyak 4.500, 90 booth UMKM, 270 peserta lomba, 3 talkshow thematik dan total penjualan UMKM mencapai Rp1,8 miliar.

Total business matching (pembiayaan) sebesar Rp2,5 miliar serta terselenggaranya Papua Fashion Show perdana di Tanah Papua melalui kolaborasi dengan Dekranasda Papua Barat Daya.

“Capaian ini menunjukkan kalau TCEF bukan sekadar event namun menjadi platform strategis mendorong transaksi riil, pembiayaan UMKM dan penguatan ekonomi kreatif daerah.

ZAN