Koreri.com, Timika – Belum genap seminggu diselenggarakan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua (KEPPOKP) bersinergi dengan PT Freeport Indonesia (PTFI), namun giat literasi Artificial Intelligence (AI) gratis di Timika, Kabupaten Mimika tersebut telah membuka sebuah tabir lain yang cukup membanggakan, yakni anak-anak muda Papua “Tra takut untuk maju”.
Data peserta pada giat tersebut berdasarkan registrasi, 80% dihadiri oleh orang asli Papua (OAP) dengan berbagai latar belakang profesi, membuktikan bahwa anak-anak Papua tidak takut dengan ekosistem kerja moderen yang lebih mengedepankan kecepatan eksekusi, fleksibilitas, adaptasi dan teknologi.
Bahkan menurut team Grasberg Academy dan mitra, pencapaian peserta di Timika, Papua Tengah merupakan partisipasi tertinggi menurut catatan yang mereka miliki sejauh ini di seluruh Indonesia dalam satu kesempatan.
Walau sering dianggap “terbelakang”, namun Tanah Papua membuktikan bahwa anak-anak mudanya dengan semangat tinggi walau sangat terbatas dalam hal akses, tidak mau kalah dalam pengembangan diri mereka.
Spirit (semangat, Red.) ini adalah modal besar yang perlu mendapat dukungan penuh dari Pemerintah daerah di seluruh Tanah Papua karena merekalah talenta masa depan, generasi terbaik dengan semangat terbaik yang perlu disiapkan untuk pembangunan setidaknya satu dekade (10 tahun, Red.) ke depan.
Momentum ini perlu dimanfaatkan dengan baik, terutama bagi para pemimpin daerah di Tanah Papua.
Semangat saja tidak cukup untuk menggerakan kemajuan karena diperlukan pemimpin-pemimpin daerah yang kreatif, visioner dan cemerlang untuk bisa memanfaatkan semangat positif ini.
Semangat tinggi, dukungan eksosistem terkait, sudah pasti membuka akses kemajuan secara eksponensial (melaju dengan cepat, Red.).
Dengan kreatifitas tinggi, seorang pemimpin diharapkan mampu melihat peluang apa yang perlu mereka siapkan dan manfaatkan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) di wilayahnya secara masif yang akan berdampak pada kemajuan daerah kedepannya.
Berkaca dari Lee Kwan Yew yang membawa Singapura menjadi negara maju hanya dalam waktu 30 tahun itu, pemimpin daerah harus menjadi nahkoda yang baik untuk mempercepat percepatan Pembangunan otonomi khusus (otsus) Papua.
“A nation is great not by its size alone. It is the will, the cohesion, the stamina, the discipline of its people and the quality of their leaders which ensure it an honourable place in history.”
Menurut Lee Kwan Yew, sebuah negara (daerah, Red.) tidak menjadi hebat hanya karena ukurannya saja. Kekuatannya terletak pada kemauan yang kuat, persatuan, daya tahan, kedisiplinan dari rakyatnya serta kualitas para pemimpinnya yang bisa membawanya ke posisi terhormat dalam sejarah.
Ingat, Otsus Papua jilid 1 sudah menjadi masa lalu dengan 20 tahun pembangunan yang bergerak lambat.
Maka, jangan sia-siakan kesempatan yang ada di Otsus Jilid 2 saat ini.
“Ayo gabung jurus”, satukan visi untuk Papua Bangkit, Papua Cerdas, Papua Berdaya Saing!
Konten Khusus – Redaksi Koreri






























