Membangun dari Kampung ke Kota: Distrik Mimika Barat Jauh Prioritaskan Ini di 2026

Everardus R. Kukuareyau Kepala Distrik MBJ2
Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Everardus R. Kukuareyau / Foto : EHO

Koreri.com, Timika – Pemerintah Distrik Mimika Barat Jauh terus mendorong percepatan pembangunan di wilayah pesisir Kabupaten Mimika melalui sejumlah program prioritas yang telah disiapkan pada tahun 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Bupati Mimika dan Wakil Bupati Mimika yang menitikberatkan pembangunan dari kampung menuju kota.

Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Everardus R. Kukuareyau, mengatakan pembangunan yang direncanakan tidak hanya berorientasi pada peningkatan infrastruktur dasar, tetapi juga bertujuan membuka akses ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terluar Mimika.

“Salah satu program yang paling menonjol tahun ini adalah pembangunan fisik yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata Everardus saat ditemui dalam kunjungan TP-PKK Kabupaten Mimika di Potoway Buru, Senin (1/6/2026) lalu.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan pembangunan enam unit rumah bagi tokoh masyarakat yang terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh-tokoh yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan di Distrik Mimika Barat Jauh.

Saat ini program tersebut tinggal menunggu proses pengadaan dan tender sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.

Selain sektor perumahan, peningkatan infrastruktur jalan darat juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Beberapa waktu lalu, tim teknis dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah melakukan survei lapangan dan pengambilan data sebagai dasar penyusunan perencanaan pembangunan akses jalan.

Menurut Everardus, pembangunan jalan menjadi kebutuhan penting untuk membuka keterisolasian wilayah sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Tak hanya itu, program penyediaan air bersih juga terus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Bahkan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Mimika telah turun langsung meninjau kondisi di lapangan guna memastikan kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi dalam program pembangunan daerah.

“Air bersih dan akses jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Lebih jauh, Everardus menilai Potowaiburu memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru di wilayah pesisir Mimika.

Ketersediaan sumber daya alam berupa kayu, pasir, dan batu menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan kawasan tersebut.

“Kalau ada pembangunan rumah atau fasilitas umum di sini, sebagian besar material lokal tersedia. Ini menjadi keuntungan besar karena dapat menekan biaya sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, selama ini masyarakat setempat juga terlibat dalam penyediaan material bangunan seperti pasir, batu dan batako yang dibutuhkan dalam berbagai proyek pembangunan.

Selain sektor konstruksi, Distrik Mimika Barat Jauh juga memiliki potensi besar di bidang perikanan.

Namun tantangan utama yang masih dihadapi masyarakat adalah keterbatasan akses pasar dan jaringan distribusi hasil tangkapan nelayan.

Karena itu, pemerintah berharap pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas wilayah dapat menjadi solusi untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Everardus menegaskan, seluruh program yang dijalankan merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pesisir dan kampung-kampung terpencil.

“Kami siap mendukung seluruh program pemerintah daerah. Sebagai perpanjangan tangan pemerintah di tingkat distrik, kami berkomitmen mengawal visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika untuk membangun dari kampung menuju kota, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

EHO