Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) terus memperkuat kolaborasi dalam penyediaan layanan air bersih bagi masyarakat.
Tindak lanjut hibah pipa distribusi air bersih ditandai dengan penyerahan yang berlangsung di Mile Point 34, Distrik Kuala Kencana, Papua Tengah, Kamis (9/6/2026).
Bupati Johannes Rettob, menegaskan bahwa pemanfaatan hibah pipa ini akan difokuskan untuk memperluas jaringan distribusi air bersih, khususnya ke wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal.
“Pada tahun ini kami menargetkan sekitar 2.000 sambungan rumah baru. Ke depan, cakupan layanan akan terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang menikmati akses air bersih,” ujarnya dalam keterangan pers.
Bupati juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah mempersiapkan pembentukan perusahaan daerah (Perumda) air minum yang akan bertanggung jawab dalam pengelolaan, manajemen, serta aspek teknis layanan air bersih di Mimika.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan yang profesional dan berkelanjutan.
“Sejumlah studi dan penjajakan kerja sama telah dilakukan, termasuk dengan perusahaan daerah air minum yang telah sukses di berbagai daerah di Indonesia. Ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem pengelolaan air yang modern dan terintegrasi,” tambahnya.
Bupati juga meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga fasilitas air bersih yang sudah dibangun pemerintah.
“Saya minta masyarakat jaga semua fasilitas air bersih yang dibangun, jangan kasih rusak supaya masyakarat bisa menikmati air bersih dengan baik,” pintanya.
Sementara itu, Direktur & EVP Sustainable Development PTFI Claus Wamafma, mengatakan bahwa hibah infrastruktur ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, hingga saat ini jaringan air bersih telah menjangkau sekitar 14.000 sambungan rumah, dan dengan tambahan pembangunan tahun ini akan meningkat menjadi sekitar 16.000 sambungan.
“Kami berharap proses distribusi air bersih ini dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat dapat segera menikmati layanan air bersih yang layak,” kata Claus.
Ia menambahkan, PTFI juga memberikan dukungan teknis melalui pendampingan dan monitoring kualitas air secara berkelanjutan.
Pengujian dilakukan secara ketat, baik dari sisi pH, kekeruhan, hingga aspek mikrobiologi dan kimia, guna memastikan air yang disalurkan aman untuk dikonsumsi.
Kepala Dinas PUPR Mimika Inosensius Yoga Pribadi menyampaikan apresiasi atas kontribusi PTFI dalam pengembangan infrastruktur air bersih di daerah tersebut.
“Ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Kami terus mendorong percepatan penyambungan jaringan agar infrastruktur yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal,” imbuhnya.
Kadis juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif kepada masyarakat dalam proses pemasangan jaringan pipa, mengingat sebagian jalur distribusi melewati area permukiman warga.
“Dengan komunikasi yang baik, masyarakat dapat memahami manfaat program ini sehingga pemasangan jaringan dapat berjalan lancar,” jelasnya.
Melalui sinergi ini, Pemkab Mimika optimistis layanan air bersih yang merata dan berkelanjutan dapat segera terwujud, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
EHO



























