Antisipasi Varian COVID-19 Baru, Satgas Teluk Bintuni Perketat Pengawasan Orang Masuk

IMG 20210117 WA0012
Kadis Kesehatan Teluk Bintuni Frangky Mobilala

Koreri.com,Bintuni– Satgas penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Kabupaten Teluk Bintuni kembali memperketat pengawasan orang masuk wilayah ini dengan melakukan pemeriksaan pos-pos perbatasan.

Meski larangan mudik lebaran bagi masyarakat yang menggunakan moda trasportasi laut, darat dan udara lintas Kabupaten/ Kota dan provinsi telah selesai tanggal 17 Mei 2021lalu.

Tapi khusus untuk Kabupaten Teluk Bintuni berdasarkan hasil pertemuan Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Teluk Bintuni, Rabu (19/5/2021), memutuskan salah poin yaitu memperpanjang pemeriksaan bagi orang yang masuk Bintuni pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 atau hari lebaran ditambah 1 minggu yaitu 17-24 Mei 2021 sesuai dengan yang arahan Bupati Ir Petrus Kasihiw.

Kepala Dinas Kesehatan Teluk Bintuni Frangky Mobilala,S.KM.,M.Kes menjelaskan bahwa sesuai arahan Presiden Jokowi yang dipertegas Bupati Ir Petrus Kasihiw yaitu perketat keluar masuknya orang ke Teluk Bintuni dengan melakukan pemeriksaan atau screening rapid Antigen di Posko darat, udara maupun laut.

“Orang dari luar yang datang ke Bintuni baik di Posko darat maupun laut kita lakukan pemeriksaan swab rapid PCR/Antigen. Kalau di Posko darat orang keluar Bintuni kita tidak periksa tetapi kalau orang yang masuk walaupun itu orang Bintuni atau pejabat harus periksa sebab Bapak Bupati saja yang baru datang dari luar kita juga periksa dengan Rapid Antigen,” ungkap Franky D. Mobilala,  kepada media ini ketika dikonfirmasi disela-sela melakukan Supervisi di Posko Darat Kantor BPBD Teluk Bintuni SP-3 Distrik Manimeri, Rabu siang.

Dikatakan Mobilala bahwa supervisi yang dilakukan untuk melihat dari dekat pemeriksaan yang dilakukan para petugas medis Satgas Penanggulangan COVID-19 kepada orang yang baru tiba dari luar Bintuni.

“Selain itu kami juga melakukan pemeriksaan di Posko laut dan udara. Di Posko laut kita akan melakukan pemeriksaan orang yang datang dan akan berangkat ke Sorong dengan rapid Antigen.

Waktu pemeriksaan atau screening ini kita tambah waktunya 1 minggu bagi orang yang datang dari luar maupun yang akan keluar Bintuni denga rapid Antigen.

Dikatakannya bahwa kurang lebih beberapa hari yaitu dari tanggal 6-17 Mei 2021 pihaknya sudah melakukan pemeriksaan rapid Antigen kepada 600 orang lebih yang melakukan mudik masuk ke Bintuni dan dari sekian banyak orang itu tidak ada yang positif Corona.

Sementara di Teluk Bintuni, kata Mobilala masih ada 13 orang yang positif Covid-19 dimana sebelumnya tinggal 4 orang yang positif namun orang yang positif kembali naik jumlahnya  atau bertambah lagi menjadi 13 orang.

“Sepertinya penularan Covid-19 di Bintuni terjadi di tingkat lokal atau di dalam Bintuni masih ada orang yang terinfeksi Covid-19, hal ini disebabkan karena ada beberapa orang yang positif Covid-19. Namun kita belum memutuskan mata rantai penularannya. Makanya di dalam Bintuni masih ada yang positif padahal mereka tidak pernah kemana-mana artinya bahwa penularannya masih terjadi di sekitar Bintuni,” pungkasnya.

Dari data yang dihimpun media ini orang yang positif terpapar Covid-19 yaitu ada 13 orang diantaranya dari distrik Bintuni 10 orang, distrik babo 1 orang, distrik Kuri 1 orang dan distrik Aroba1 orang.

Ditegaskan Mobilala bahwa Satgas sedang mengantisipasi Varian virus Covid-19 baru yang telah menyarang India, Afrika dan Inggris, maka itu diingatkan kepada semua masyarakat di negeri Sisar Matiti ini supaya selalu menerapkan protokoler kesehatan dalam kehidupan masing-masing, lingkungan serta orang banyak.

“Masyarakat kita di Bintuni menganggap bahwa tidak ada kematian yang disebabkan oleh Covid-19 sehingga protokol kesehatan tidak dijalankan padahal kalau kita lihat kejadian di India dalam 1 hari bisa mencapai 4.000 orang yang  meninggal. Kalau itu terjadi di Bintuni selama 1 bulan. Mungkin orang Bintuni bisa habis. Sehingga kita harus betul-betul perhatikan protokol kesehatan,” harap Mobilala.

KENN