Koreri.com, Ambon – Maluku merupakan daerah kepulauan yang memiliki luas perairan mencapai 92,4 persen, sehingga peranan Kantor Pencarian dan Pertolongan Badan SAR Nasional (Basarnas) sangat penting dalam pengalamannya menangani berbagai persoalan seperti kecelakaan di laut.
“Oleh karena itu, hal ini harus kita bicarakan dan berkoordinasi dengan Gubernur Maluku untuk bersama – sama mendukung peran Basarnas di daerah ini,” ungkap Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (13/7/2021).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Badan SAR Nasional (Basarnas) Ambon, Mustari baru saja melakukan kunjungan silaturahmi ke DPRD Maluku.
“Memang kita tahu bersama kepala Basarnas ini sudah lama bertugas di Ambon, tetapi kita belum pernah ketemu maka hari ini secara formal dalam arti silaturami beliau datang langsung ke kantor DPRD, ingin perkenalkan diri dengan para anggota DPRD dan beliau sudah jelaskan kepada kami tentang program-program Basarnas,” akui Wattimury.
Intinya, Dewan sudah memahami itu dan memberikan respon positif atas berbagai kebijakan instansi tersebut.
“Saya sudah sampaikan kepada beliau bahwa kami mendukung kegiatan dan kebijakan di Basarnas ke pedan,” cetus Wattimury.
Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Mustari menambahkan kedatangannya ke DPRD Mauku adalah dalam rangka silaturahmi.
“Kami di sambut baik oleh Ketua DPRD Provinsi Maluku,” ungkapnya.
Lanjut Mustari, ke depan Basarnas Ambon akan kedatangan kapal talud suplai yang memiliki panjang lebih kurang 70 meter.
Kapal tersebut sudah dilengkapi helipet di atas dan memiliki kapasitas muat logistik BBM itu sekitar 500 ton dan 100 ton air tawar.
“Jadi pada saat kejadian operasi SAR kecelakaan laut, kapal – kapal bantu Basarnas itu tidak perlu lagi kembali ke dermaga tapi bisa mengambil BBM di kapal talud suplai tadi,” sambungnya.
Kapal ini juga, lanjut Mustari, bisa jadi posko operasi SAR.
“Untuk kapal tipe ini, tidak semua Basarnas ditempatkan dan alhamdulillah kapal suplai yang besar ini ditempatkan di Provinsi Maluku. Maka kedatangan saya bertemu dengan Ketua DPRD Maluku adalah untuk berbicara tentang hal ini dan mudah-mudahan bisa didukung oleh pemerintah setempat,” harapnya.
Nantinya, keberadaan kapal talud suplai ini juga bisa berfungsi dan bermanfaat khususnya pada saat penanganan kecelakaan kapal di kabupaten/kota, Provinsi Maluku.
Mustari menambahkan, kapal talud suplai untuk Pasifik berpacu pada ketinggian gelombang sekitar 3 – 4 meter.
“Kapal ini model kelas I dan sementara dikerjakan di Batam. Mungkin bulan Oktober sudah tiba di Provinsi Maluku,” pungkasnya.
JFL
























