Koreri.com, Jayapura – Dua orang penyidik Polres Jayawijaya yang melakukan interogasi tersangka pencurian telepon genggam akan dikenakan sanksi kode etik kepolisian dan tindakan disipilin karena tidak professional dalam proses penyidikan sesuai video yang viral satu minggu terakhir ini.
“Kami menemukan tindakan tidak profesional anggota karena pakai ular saat interogasi tersangka pencurian hand phone,” kata Kapolda Papua, Irjen Pol. Martuani Sormin di Jayapura, Senin (11/02/2019).
Menurutnya, oknum anggota Polres Jayawijaya itu berinisiatif melilitkan ular ke badan tersangka lantaran yang bersangkutan tidak mengakui perbuatannya, meski telah tertangkap.
“Untuk menakut-nakuti saja, dan ular itu tidak berbisa. Tapi cara itu salah dan tak profesional,” katanya.
Cara introgasi itu, kata Kapolda, adalah inisiatif oknum anggota penyidik, namun merupakan tindakan tidak profesional.
“Jadi, kami harus memberikan sanksi tegas. Itu memberikan dampak kekerasan mental dalam pemeriksaan kepada tersangka,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah Papua meminta maaf atas perbuatan oknum polisi di Polres Jayawijaya yang menginterogasi pelaku penjambretan telepon seluler dengan melilitkan ular di tubuhnya.
Video interogasi yang tak wajar tersebut viral di media sosial.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, kasus ini telah ditangani Bidang Propam Polda Papua.
Oknum polisi itu sudah diperiksa. Jika terbukti melanggar, akan diproses sesuai dengan peraturan disiplin anggota Polri atau kode etik profesi.
“Kami minta maaf soal kejadian itu,” kata Kamal dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/2/2019) malam.
Senada juga disampaikan Kabid Propam Polda Papua, Kombes Pol Jannus Siregar, kembali menyatakan permintaan maafnya terkait anggota polisi yang melakukan interogasi terhadap seorang pencuri dengan menggunakan ular besar.
Anggota polisi tersebut tetap diproses karena dinilai tak profesional.
“Anggota melakukan ini semata-mata bukan untuk menyakiti, hanya mencari trik untuk mendapatkan kebenaran terhadap peristiwa yang terjadi, namun langkahnya tidak tepat dan ular yang digunakan tidak berbisa,” kata Janus.
VMD















