Koreri.com Timika – Sejumlah pelajar Orang Asli Papua (OAP) dari berbagai SMA dan SMK di Kabupaten Mimika menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Pendidikan Mimika, Kamis (30/4/2026).
Aksi ini menjadi bentuk solidaritas sekaligus suara tuntutan atas hak mereka untuk memperoleh akses pendidikan tinggi yang lebih adil.
Mengangkat tema “Solidaritas Pelajar Mimika Penuntut Hak Kami”, para calon pemimpin bangsa ini menyampaikan keresahan mereka terhadap minimnya kuota afirmasi bagi siswa-siswi OAP.
Mereka menilai kebijakan yang ada saat ini belum sepenuhnya berpihak kepada generasi muda Papua yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Dalam orasi yang berlangsung secara tertib, para peserta aksi mendesak Dinas Pendidikan Mimika untuk segera menambah kuota afirmasi.
Mereka juga menyoroti dugaan adanya praktik diskriminasi dalam proses seleksi pendidikan tinggi, yang dinilai menghambat kesempatan pelajar OAP untuk berkembang.
Tak hanya itu, para pelajar turut menyoroti Pemerintah daerah dan mendesak untuk lebih transparan dan adil dalam pengelolaan dana pendidikan, termasuk dana otonomi khusus (Otsus) agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat asli Papua.
“Aksi ini bukan sekadar protes, tapi bentuk perjuangan kami untuk masa depan. Kami ingin pendidikan yang layak dan kesempatan yang sama,” ungkap salah satu peserta aksi.
Melalui aksi ini, para pelajar berharap Pemerintah Kabupaten Mimika segera merespons tuntutan mereka dengan langkah konkret, demi membuka akses pendidikan yang lebih luas dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua di masa depan.
JUL



























