Koreri.com, Sentani – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Jayapura telah melaksanakan sosialisasi kepada para petani tiga (3) kampung di Distrik Namblong yakni, Yabong, Imestum dan Yakasip.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Kadisbunnak) Kabupaten Jayapura, Ir. H. Sambodo Samiyana, mengatakan rencana program Kakao terintegrasi ini disambut baik oleh masyarakat dengan melakukan pembersihan lahan secara swadaya.
Menurutnya, sosialisasi pengelolaan kakao ini menindaklanjuti rencana kerjasama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura bersama Kodim 1701/Jayapura.
Kerjasama ini untuk mempercepat perkembangan kakao dengan TNI itu sudah sedari dulu waktu mantan Pangdam XVII/Cenderawasih (Alm. Wakasad Herman Asaribab) dengan cara melakukan kajian dan juga sudah diskusikan serta direncanakan bersama.
Penanganan Kakao jenis dulu dengan Kakao yang jenisnya sekarang lagi berkembang itu harus dipisahkan.
“Itu tindaklanjut dari pertemuan antara pak Bupati dengan pak Dandim terkait kerjasama pengelolaan Kakao secara terintegrasi antara Pemkab Jayapura dengan Kodim 1701/Jayapura,” kata Sambodo saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/2/2022).
“Maka itu kami tindaklanjuti, kemudian ada program penanaman Kakao dan diantara kita dengan tiga kampung yakni, Imestum, Yakasip dan Yabong itu ada kesepakatan-kesepakatan. Sehingga kami sepakat menjadikan tiga kampung di Namblong ini sebagai sentra Kakao terintegrasi,” ujarnya.
Dikatakan, tiga kampung di Namblong sebagai sentra Kakao terintegrasi, direncanakan kedepan akan dijadikan kawasan agrowisata. Sehingga diharapkan sejumlah Perangkat Daerah (PD) terkait dan juga pihak ketiga maupun NGO dapat membuat program yang mendukung rencana tersebut.
“Nanti kami masuk secara bersama-sama, untuk tahap pertama itu kita lakukan pembersihan lahan yang sudah tadi dilaksanakan. Untuk tahap awal pembersihan lahan Kakao itu sekitar 5 hektar, dengan menanam jagung disela-sela tanaman Kakao,” kata Doddy sapaan akrabnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Victori dari kampung Imestum, Daud Edison Yarisetouw, menyambut baik program Kakao terintegrasi ini, yang akan melibatkan seluruh stakeholder dari hulu ke hilir, sehingga menjadi peluang pemberdayaan masyarakat di kampung-kampung.
“Kami petani millenial khususnya di Kampung Imestum Distrik Namblong sekarang lagi mempersiapkan lahan kami untuk Kakao, kemudian kami sudah lakukan pembersihan untuk persiapan program dari pemerintah daerah Kabupaten Jayapura,” kata Daud.
“Kakao jenis Belanda yang dulu pernah jaya di Lembah Grime (Nimboran) ini, kami pikir kenapa dulu bisa, kenapa sekarang tidak bisa. Kami pikir jaman Belanda dulu bisa, sekarang ini kami juga pasti bisa,” ujarnya.
“Jadi sebagai generasi muda, kami saat ini berpikir untuk berkerja bagaimana lahan-lahan yang selama ini sudah tidak berfungsi (produksi) itu kami bisa kembali bersama-sama dengan instansi terkait dalam hal ini Dinas Perkebunan dan Peternakan untuk lakukan kerjasama terkait program pengelolaan Kakao secara terintegrasi,” pungkasnya.
IDI














