Koreri.com, Jayapura – Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua meminta KPK untuk tidak memperkeruh suasana dengan proses hukum terhadap Gubernur Lukas Enembe.
Ketua KNPI Papua Benyamin Gurik, mengatakan kasus dugaan gratifikasi Rp1 Miliar itu merupakan upaya oknum atau pihak yang berada di luar lembaga KPK.
Mereka itu menurutnya, bermain dengan oknum-oknum di dalam KPK untuk melakukan upaya-upaya kriminalisasi secara sengaja, terstruktur dan sistematis kepada Gubernur Lukas Enembe yang merupakan tokoh Papua.
“Ini bukan yang pertama kali tapi sudah ketiga kali dengan cara dan model yang sama. Kali ini mereka tuduhkan dengan kasus gratifikasi. Tetapi kasus ini sengaja ditutup sedangkan yang dibesarkan ini sebuah opini kosong tanpa dasar yang kuat,” klaimnya.
Opini tersebut yang mendiskreditkan dan merendahkan harkat dan martabat Gubernur Lukas Enembe.
Apalagi ada opini yang di buat dengan melibatkan Menkopolhukam yang menceritrakan seakan-akan Gubernur Lukas Enembe punya jet pribadi, main judi casino dan sebagainya.
“Untuk itu, KPK sebaiknya fokus saja pada kasus gratifikasi yang sudah dituduhkan kepada Gubernur Lukas Enembe dan tidak melebar,” tegas Gurik mengingatkan.
Ia kemudian menyinggung soal video yang beredar terkait seorang pejabat negara asal Papua.
“Hari ini ada video yang beredar seorang Wakil Menteri asal Papua juga ada duduk di meja judi casino, itu apakah KPK ada telusuri? Ataukah karena dia dari partai penguasa? Ini yang kami sesalkan,” bebernya.
KNPI Papua, tegas Gurik, sangat mendukung KPK melakukan upaya pemberantasan korupsi tanpa ada tekanan dan intervensi dari pihak manapun termasuk oknum-oknum yang berada di partai penguasa.
“Pandangan kami, negara ini menunjukkan ketidakmampuan menyelesaikan persoalan yang terjadi di Papua termasuk masalah Lukas Enembe. Banyak peristiwa yang terjadi di Papua hari ini, bukan hanya pelanggaran HAM tapi banyak, termasuk pemakaran DOB Provinsi Papua. Pemerintah pusat janji gelontorkan anggaran untuk pemekaran DOB tapi sampai hari ini belum jelas pemekaran,” bebernya.
Gurik juga mengaku mendapat informasi dari kuasa hukum Gubernur bahwa ada upaya terstruktur, sistematis dan massif untuk menekan orang-orang disekitar Lukas Enembe.
Mereka kabarnya, ingin Gubernur Lukas Enembe tidak berkuasa sampai periodesasi berakhir, karena ada kepentingan oknum tertentu di pusat yang merasa terhalang kalau Lukas Enembe masih berkuasa.
“Walaupun periodesasi Gubernur Lukas Enembe sudah mau selesai, kami mohon bersabar jangan bikin gaduh di Papua. Karena beliau merupakan tokoh Papua yang mampu mengamankan kebijakan Pemerintah pusat di Papua,” pungkasnya.
VER





























