Kembali ke Wamena, Warga Pengungsi Apresiasi TNI – POLRI

Pengungsi Wamena
Salah satu keluarga pengungsi yang hendak kembali ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya

Koreri.com, Jayapura – Mengingat kondisi wilayah yang sudah aman dan kondusif pasca insiden demo berujung rusuh pada September lalu, sebanyak 128 orang pengungsi baik dewasa maupun anak-anak telah kembali ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Kembalinya ratusan pengungsi ini untuk melanjutkan mengajar di sekolah dan usaha mereka guna membangun kembali kehidupannya di Wamena.

Nampak terlihat raut wajah kegembiraan dan kesedihan tersendiri pada saat proses pemberangkatan para pengungsi.

Salah seorang korban rusuh, Tonjan Maripadang, warga Toraja yang sudah 16 tahun bermukim di Wamena, mengungkapkan kesedihan yang mendalam atas kejadian tersebut.

Ia mengaku semua yang dimilikinya lenyap terbakar hingga menyisakan pakaian di badan saja.

Meski demikian, Tonjan dengan besar hati tetap ingin kembali ke Wamena, untuk membantu membangun perekonomian di daerah itu.

“Saya berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali, agar Wamena dapat lebih maju lagi,” harapnya.

Tonjan juga pada kesempatan itu, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak TNI.

“Saya bersama teman-teman lain yang menjadi korban sangat berterima kasih kepada TNI, karena TNI sudah membuat suasana kondusif dan membuat pos-pos keamanan lebih banyak di Wamena, sehingga saya bersama teman-teman yang lain memutuskan untuk kembali dan berupaya membantu membangun perekonomian di Wamena,” ucapnya.

Sementara itu, Lisa Bean yang adalah warga asli Wamena saat itu bersama 4 orang anak yang mengaku memilih mengungsi karena trauma juga memutuskan kembali.

“Saya bersama anak-anak kembali ke Wamena untuk melanjutkan belajar mereka,” akuinya.

Lisa juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas apa yang telah dilakukan Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua dalam upaya membuat Wamena menjadi aman dan kondusif.

“Kami bersyukur dengan adanya bapak-bapak TNI dan POLRI serta menjamin keamanan di Wamena, sehingga anak-anak kami dapat kembali bersekolah,” tukasnya.

Sebelumnya, dalam rilis yang diterima Koreri.com, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl. Eko Daryanto mengatakan Menteri Sosial Juliari P. Batubara meminta bantuan dukungan pesawat Hercules kepada Panglima TNI dalam rangka mendukung warga yang masih mengungsi untuk kembali ke Wamena.

Menanggapi permintaan itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto meminta Kodam XVII/Cenderawasih dan Lanud Silas Papare untuk membantu menyediakan pesawat Hercules tersebut.

‘’Permintaan dari Mabes TNI untuk menyediakan pesawat Hercules selama 3 hari. Pesawat Hercules ini disiapkan untuk membantu para pengungsi yang ingin kembali ke Wamena,” tandasnya.

VDM