Koreri.com, Manokwari– Kondisi Papua Barat pada tahun 2023 masih terpengaruh oleh perekonomian dunia dan nasional, dan diproyeksikan tumbuh seiring dengan distribusi serta pelaksanaan vaksinasi covid-19 yang mampu menumbuhkan optimisme global, dan memberikan dampak positif pada perekonomian nasional.
Keberadaan vaksin memberi harapan bahwa pandemi akan segera usai, akan tetapi vaksin bukanlah obat yang dapat menghilangkan covid-19, dan hanya sebagai upaya memperkecil dampak buruk virus bagi tubuh.
“Oleh karena itu, kewaspadaan masih sangat dibutuhkan agar positivity rate covid-19 tidak mengalami lonjakan yang besar, kondisi ini membuat pemerintah tetap konsisten dalam menjalankan kebijakan pembatasan meskipun dalam skala yang lebih kecil,” ungkap Pj Gubernur Papua Barat Drs Paulus Waterpauw,M.Si saat menyampaikan pidato pengantar nota keuangan RAPBD induk T.A 2023 dalam rapat paripurna DPR Papua Barat di Ballroom Aston Niu Manokwari, Senin (5/12/2022)
Dijelaskan Waterpauw bahwa perekonomian papua barat tahun 2023 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibanding 2021 dan 2022, dengan tantangannya yaitu implementasi masyarakat ekonomi asean (mea), dimana indonesia memiliki jumlah penduduk yang tertinggi termasuk di dalamnya penduduk papua barat sebagai konsumen terbesar, memberikan persaingan tenaga kerja professional, terutama diakibatkan masih lemah dan kurangnya kualitas sdm yang mengakibatkan rendahnya daya saing tenaga kerja di daerah ini.
Kemudian adanya kelemahan pada struktur produksi domestik antara lain tingginya ketergantungan pada ekspor bahan baku yang berasal dari sumber daya alam bernilai tambah rendah akan membuat pertumbuhan ekonomi rentan terhadap fluktuasi harga serta tingginya ketergantungan pemenuhan kebutuhan pokok yang harus didatangkan dari luar papua barat.
Kondisi lingkungan investasi dan perekonomian daerah yang kurang kondusif menyebabkan lemahnya iklim investasi serta kurangnya minat investasi sektor swasta serta belum optimalnya pemanfaatan sumber daya alam lokal akibat belum optimalnya proses perencanaan dan penganggaran dalam mengelola pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Prospek dan peluang perekonomian daerah yang dapat dimaksimalkan di papua barat antara lain meliputi, potensi sumber daya alam yang melimpah dan belum dimanfaatkan sepenuhnya. membaiknya kondisi infrastruktur pendukung perekonomian papua barat, terbukanya peluang pasar ekspor bagi produk papua barat.
“Adanya upaya pemerintah daerah untuk memperbaiki regulasi dan kebijakan daerah yang berpihak kepada peningkatan iklim investasi sehingga dapat meningkatkan pelayanan dan memberikan kemudahan berinvestasi, komitmen dan dukungan pemerintah kabupaten/kota pada pengembangan potensi unggulan regional, pembangunan kawasan ekonomi khusus dan kawasan industry,” kata Waterpauw.
Untuk mendukung tercapainya sasaran-sasaran strategis tersebut sesuai dengan arah kebijakan dan prioritas pada RKPD tahun 2023, diperlukan sinkronisasi program dan kegiatan baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota yang diwujudkan dalam rancangan kebijakan umum APBD dan rancangan prioritas dan plafon anggaran yang disepakati bersama pemerintah daerah dan DPR Papua Barat.
KENN






























