Koreri.com, Sorong– Rapat lanjutan Tim Formatur Musyawarah Daerah (Musda) I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) akhirnya menetapkan susunan Dewan Pimpinan MUI PBD periode baru.
Dalam rapat yang berlangsung di Kota Sorong, yang dilaksanakan dua hari yaitu Selasa (7/7/2026) dan Rabu (8/7/2026).
Dimana Abu Bakar Lodji, Ketua MUI Kabupaten Raja Ampat ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI PBD periode 2026 – 2031.
Selain menetapkan Ketua Umum, tim formatur juga memilih Bacharudin Batjo Saimima sebagai Wakil Ketua 1, Ismail Agia sebagai Wakil Ketua 2, Muhammad Sanusi sebagai Sekretaris Umum, Nursanti sebagai Bendahara Umum, serta Ahmad Nausrau sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI PBD.
Ketua Tim Formatur MUI PBD, Ahmad Nausrau, dalam keterangan persnya, Kamis (9/7/2026) menjelaskan bahwa proses penetapan tersebut merupakan tindak lanjut dari Musda I MUI Papua Barat Daya yang telah dilaksanakan pada 19–20 Juni 2026 yang digelar di salah satu hotel Kota Sorong.
Ia mengatakan pembukaan Musda pada 19 Juni sempat diwarnai sejumlah dinamika, namun seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan hingga selesai.
Selanjutnya, pada 20 Juni, sidang Musda dilaksanakan sesuai pedoman organisasi dengan membentuk Tim Formatur yang beranggotakan 15 orang, terdiri atas unsur Dewan Pimpinan MUI, perwakilan pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan Islam, akademisi dan cendekiawan Muslim.
Menurut Ahmad Nausrau, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur PBD, pada saat itu Tim Formatur didampingi langsung oleh perwakilan Dewan Pimpinan Pusat MUI untuk wilayah Papua, yakni Buya Muhammad Zaitun Rasmin dan Buya Muhammad Asrul Tanjung.
Sebelum pemilihan, seluruh anggota formatur diberikan arahan agar menggunakan hati nurani dalam menentukan pilihan sesuai ketentuan organisasi.
Pemilihan dilakukan dua mekanisme yaitu musyawarah mufakat dan voting. Dimana peserta forum memilih untuk melalui mekanisme voting yang disepakati bersama. Dari 15 suara yang masuk saat itu, terdapat empat nama yang memperoleh dukungan, yakni Ahad Saka (1 suara), Abu Bakar Lodji (3 suara), Ismail Agia (5 suara), dan Bacharudin Batjo Saimima (6 suara).
Namun, setelah penghitungan suara dan Ketua Tim Formatur bersama Rektor IAIN ijin meninggalkan forum karena ada kegiatan mendesak dan ditunggu pesawat dijam yang sama, muncul perbedaan pandangan di antara anggota Tim Formatur mengenai hasil pemilihan tersebut.
Kondisi itu membuat DPP MUI memutuskan hasil pemilihan belum dapat diumumkan dan penetapan Ketua Umum ditunda hingga diperoleh penyelesaian sesuai mekanisme organisasi.
“Musda selesai sesuai jadwal, tetapi hasil pemilihan Ketua Umum belum diumumkan karena masih terdapat perbedaan pandangan di antara anggota Tim Formatur. Sebagai Ketua tim formatur, Saya diamanahkan DPP untuk segera menyelesaikan,” ujar Ahmad Nausrau.
Ia menjelaskan bahwa setelah dilakukan komunikasi dan koordinasi lanjutan bersama DPP MUI, akhirnya digelar rapat lanjutan Tim Formatur yang diikuti 15 anggota, terdiri atas 14 peserta hadir secara langsung dan satu peserta mengikuti secara daring.
Rapat tersebut juga dihadiri secara virtual oleh unsur DPP MUI, yakni Buya Muhammad Zaitun Rasmin, Buya Azrul Tanjung dan Buya Amirsyah Tambunan, untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai pedoman organisasi.
Melalui musyawarah lanjutan itu, Tim Formatur akhirnya mencapai kesepakatan dan menetapkan susunan kepengurusan MUI PBD, dengan Abu Bakar Lodji sebagai Ketua Umum, Muhammad Sanusi sebagai Sekretaris Umum, Nursanti sebagai Bendahara Umum, serta Ahmad Nausrau sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.
“Keputusan ini sudah final dan mengikat dengan persetujuan 15 formatur, ” ungkap Ahmad Nausrau.
Ahmad Nausrau berharap seluruh dinamika yang terjadi selama proses Musda dapat menjadi pembelajaran dan tidak lagi menjadi perdebatan di tengah umat.
“Ini menunjukkan besarnya kecintaan umat kepada Majelis Ulama Indonesia. Aspirasi yang berkembang hendaknya dimaknai sebagai bentuk kepedulian terhadap MUI. Sekarang pengurus baru sudah terbentuk, mari seluruh pimpinan ormas Islam, para ulama, kiai, pimpinan pondok pesantren, perguruan tinggi Islam, cendekiawan Muslim, dan seluruh umat bersama-sama memberikan dukungan kepada kepengurusan yang baru,” katanya.
Ia menegaskan MUI memiliki peran strategis sebagai wadah umat sekaligus mitra pemerintah dalam memberikan bimbingan, pencerahan, dan menjaga syiar Islam.
Karena itu, menurutnya, keberhasilan MUI tidak dapat terwujud tanpa dukungan seluruh elemen umat Islam di PBD.
“Semoga dengan kepengurusan yang baru dapat menguatkan peran Majelis Ulama Indonesia sebagai mitra pemerintah yaituShodiqul Hukumah dan pelayan bagi umat atau Khadimul Ummah guna. Oleh karena itu kami mengajak seluruh umat untuk bersatu mendukung kepengurusan yang baru agar MUI dapat menjalankan amanah organisasi dan syiar dakwah dengan lebih baik demi kemaslahatan umat di Papua Barat Daya,” harapnya.
Selanjutnya tugas Ketua Umum terpilih dan Dewan Pertimbangan adalah menyusun Pengurus harian yaitu wakil-wakil Ketua Dewan Pertimbangan, Wakil Sekretaris Umum dan Wakil Bendahara Umum dengan masa tunggu 30 hari guna menerima SK DPP MUI Pusat.
Sementara ketua-ketua dan anggota bidang akan di SKkan oleh DPW MUI PBD.
Komposisi tim formatur terdiri atas unsur pengurus MUI PBD yakni Plt Ketua MUI Papua PBD Ahmad Nausrau, Sekretaris Sanusi, dan Bendahara Nursanti. Dari unsur Dewan Pengarah MUI terdapat Kisman Rahayaan.
Sementara dari unsur MUI kabupaten dan kota terdiri atas Ketua MUI Raja Ampat, Abu Bakar Loji, Ketua MUI Kota Sorong, Abdul Manan Fakaubun, Ketua MUI Kabupaten Sorong, Ahmad Sakka, Ketua MUI Tambrauw, Ibrahim Yenggren, serta Ketua MUI Sorong Selatan, Rifai Rumalean.
Unsur organisasi kemasyarakatan Islam diwakili Ketua PW Muhammadiyah PBD Mungawan dan Sekretaris NU PBD Azis Silehu. Dari kalangan perguruan tinggi Islam dan akademisi diwakili Rektor IAIN Sorong Dr. Suparto Iribaram.
Adapun perwakilan organisasi Islam lainnya adalah Ketua ICMI PBD, Iim Abdul Hosim dan Ahmad Loji dari Majelis Muslim Papua (MMP).
Sementara unsur pesantren diwakili Ismail Agia dari Pondok Pesantren Emeyodere.
Melalui musyawarah lanjutan itu, Tim Formatur akhirnya mencapai kesepakatan yaitu menetapkan dua nama sebagai calon ketua umum MUI PBD yaitu Abu Bakar Lodji dan Ismail Agia untuk dilaksanakan voting.
Dimana diperoleh 9 suara untuk Abu Bakar Lodji dan 6 suara untuk Ismail Agia. Sehingga disepakati Ketua Umum MUI PBD adalah Abu Bakar Lodji.
Selain itu tim formatur menetapkan susunan kepengurusan lainnya yaitu Muhammad Sanusi sebagai Sekretaris Umum, Nursanti sebagai Bendahara Umum, serta Ahmad Nausrau sebagai Ketua Dewan Pertimbangan. Bacharudin Batjo Saimima sebagai Wakil Ketua 1 dan Ismail Agia sebagai Wakil Ketua 2.
KENN
























