Fokus  

Lima kabupaten di Papua masih menjadi area endemis malaria

nyamuk 1

Koreri.com, Jayapura (21/2) – Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengakui bahwa lima kabupaten di Provinsi Papua masih menjadi endemis malaria dengan nilai Annual Parasite Incidence (API) yang cukup tinggi.

John Hutahayan selaku pengelola program malaria Dinkes Papua di Jayapura, Rabu, mengungkapkan bahwa API malaria di Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura, Kabupatan Timika, Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Boven Digoel memiliki trend cukup tinggi yakni sekitar 67 persen dari ukuran kasus malaria se-Papua.

“Kalau kita berhasil mengintervensi kasus malaria di lima kabupaten ini berarti API malaria di Papua berkurang,” jelasnya.

John juga menyatakan bawa ada juga beberapa kabupaten yang kasus malarianya cukup rendah seperti Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Jayawijaya.

“Kami menduga kabupaten-kabupaten yang berada di pegunungan Papua transmisi malarianya rendah, tetapi perlu pembuktian, namun dari laporan yang diterima, beberapa kabupaten itu kasus malarianya rendah,” katanya.

Menurut John, sejauh ini tindakan pencegahan dan antisipasi malaria tetap dilakukan dengan upaya penuh di 28 kabupaten dan satu kota di Provinsi Papua.

Upaya penanggulangan malaria di Papua sejauh ini mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan dengan dikirimnya kelambu anti malaria dan didistribusikan ke kabupaten-kabupaten dan kota di Papua sesuai kebutuhan.

MP-RR