Tekno  

Awas, Hacker Mampu Mengacaukan Rumah Pintar Anda

hacks

Koreri.com – Sepasang suami istri asal Illinois, Amerika Serikat mengatakan bahwa seorang hacker berhasil memasuki sistem keamanan jaringan rumahnya dan berbicara kepada bayinya melalui kamera pemantau keamanan yang dipasang di rumahnya.

Menurut sang ayah Arjun Sud, seperti dikutip dari jaringan media CBS, kejadian itu bermula ketika ia berada di luar kamar anaknya yang berusia 7 bulan, Minggu (27/1) dan Ia tiba-tiba mendengar seseorang berbicara kepada bayinya.

“Saya begitu kaget ketika mendengar suara seorang pria sedang berbicara di kamar anak saya. Jantung saya seakan berhenti seketika itu juga,” kata Sud.

Sud semula mengira bahwa suara tersebut tak sengaja terdengar olah sang bayi.

Namun kemudian suara itu terdengar kembali ketika Ia dan istrinya berada di lantai bawah.

Ternyata suara itu datang dari kamera Nest yang terpasang di rumahnya.

Terdengar suara, “Hacker itu bertanya, kenapa saya melihat padanya” – karena Ia melihat (dari kamera) secara jelas bahwa saya sedang memandanginya. Ia juga terus menghina saya,” jelas Sud.

Si hacker bahkan mencaci maki mereka, termasuk mengatakan kata Nigger/ Negro yang biasa digunakan sebagai kata untuk menghina orang kulit berwarna di AS, jelas Sud.

Pada malamnya, Sud mendapati bahwa si hacker ternyata menaikan thermostat pemanas rumah menjadi 90 derajat.

Menyadari bahaya itu, Keluarga Sud mematikan semua perangkat pintar termasuk kamera di dalam rumah mereka dan memanggil polisi dan pihak Nest.

Pihak Nest kemudian memintanya untuk menggunakan dual otentifikasi kata sandi untuk menghidari kejadian yang sama.

Kejadian yang sama pernah menimpa sebuah keluarga di California yang mendapat peringatan melalui pengeras suara kameranya bahwa misil telah ditembakkan dari Korea Utara dan agar mereka segera mencari perlindungan, seperti yang dilaporkan seorang koresponden CBS Anna Werner.

Pembuat kamera Nest, Google, mengatakan dalam sebuah pernyataannya bahwa sejauh ini sistem Nest masih aman dan mengatakan bahwa penggunaan password yang lemah bisa menjadi penyebab kejadian seperti itu.

Seperti diketahui, awal bulan ini, sebuah website bernama haveibeenpwned.com melaporkan adanya penyebaran 790 juta email dan kata sandinya oleh para hacker.

Untuk memastikan anda aman dari pekerjaan hacker yang merusak, silahkan cek apakah email anda telah di-hack disini.

ARD