Sambut Paskah 2021 Situasi Papua Barat Siaga Satu

WhatsApp Image 2021 04 01 at 19.16.58
Kapolda Papua Barat Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing,S.I.K.,M.Si didamping Pangdam XVIII/ Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa saat memberikan keterangan pers di Lapangan Borasi Manokwari, Kamis (1/4/2021). (Foto : KENN)

Koreri.com, Manokwari– Berangkat dari kejadian terorisme di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan dan Mabes Polri Jakarta maka perayaan paskah tahun 2021 diperketat pengamanannya.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing,S.I.K.,M.Si menegaskan bahwa Polda Papua Barat dalam menyambut paskah berstatus siaga satu, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tidak terjadi kecolongan aksi terorisme yang dapat mengganggu kegiatan ibadah yang dirayakan umati kristiani.

“Iya status Papua Barat siaga satu, aparat gabungan TNI dan Polri siap melakukan pengamanan secara maksimal baik di wilayah Manokwari maupun Polres jajaran.” Kata Kapolda Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing didampingi Pangdam XVIII/ Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa kepada wartawan usai memimpin apel persiapan penagamanan  Paskah di Lapangan Borasi Manokwari, Kamis (1/4/2021).

Dalam pengamanan khusus Paskah tahun 2021 ini di wilayah Manokwari sebanyak 600 personil gabungan TNI/Polri telah disiagakan, bergabung juga sejumlah organisasi masa (Ormas) juga ikut mengambil bagian.

Kapolda mengatakan metode pengamanan yang dilakukan yaitu mulai malam ini sudah mulai lakukan sterilisasi beberapa gereja yang dianggap jumlah jemaatnya banyak, setelah itu dilakukan patrol skala besar.

“Nanti besok (Jumat) badah mulai jam 9 pagi, Saya dan Pak Pangdam melakukan pengecekan di gereja-gereja setelah itu akan dilanjutkan pengemanan hingga acara puncak pada hari minggu 4 April 2021.” Ujarnya.

Jenderal Polisi berpangkat dua bintang ini menegaskan kepada pasukannya untuk dalam melaksanakan tugas harus menunjukan kualitas pengamanan, artinya anggota tidak Under estimated, dalam pemeriksaan barang bawaan orang yang datang dilakukan secara baik.

Kapolda mengaku bahwa hingga saat belum jaringan teroris masuk di Papua Barat namun pihaknya tidak menginginkan kejadian di Makassar atau Mabes Polri terulang di sini, karena itu perlu antisipasi bukan saja dari aparat penegahk hukum tetapi orang yang ingin tanah papua aman.

Begitu juga jemaat gereja yang melaksanakan ibadah juga harus membantu aparat TNI/ Polri jika ada orang baru yang bukan warga gereja tersebut harus memberitahu lebih cepat untuk dilakukan pengamanan.

Tornagogo berharap, ditengah pendemi COVID-19 ini anggota TNI/ Polri juga menerapkan protokol kesehatan begitu juga dengan warga jemaat, program Mencuci tangan, Memakai masker dan Menjaga jarak (3M) menjadi wajib sehingga tidak menimbulkan klaster baru.

KENN