Koreri.com, Jayapura – Bertempat di Suni Garden Lake Hotel And Resort Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (7/4/2021) telah dilaksanakan pembukaan kegiatan Chef De Mission (CDM) Meeting II.
Gubernur Papua Lukas Enembe membuka langsung kegiatan itu yang ditandai dengan penabuhan tifa.
Kegiatan diawali dengan tarian perubahan oleh pemuda Papua kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KONI.
Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Gubernur Klemen Tinal, Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI. Ignatius Yogo Triono, Wakapolda Papua Brigjen. Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, SIK, M.Si, Danlantamal X, Ketua MRP, Ketua DPR Papua, Danlanud Silas Papare, Deputi V Staf Kepresidenan, Walikota Jayapura, Bupati Jayapura, Bupati Mimika dan Bupati Merauke.
Juga hadir Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman bersama Mayjen TNI Agus Irianto dan Brigjen TNI Daru Cahyono, Ketua Harian PB PON Papua, Ketua Panitia CdM Meeting II, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura, dan para Sekda.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia merincikan jumlah peserta CdM Meeting II yang hadir berasal dari 33 provinsi se Indonesia.
Satu provinsi lainnya yaitu Nusa Tenggara Timur tidak hadir akibat bencana alam yang baru saja terjadi melanda wilayah itu.
Total orang yang akan datang dalam pelaksanaan PON XX di Papua diperkirakan mencapai 20.000 orang.
Ketua Panitia juga berpesan kepada Gubernur dan Wali Kota agar menjaga sinergitas antara PB PON dan Sub PB PON dalam sumber daya manusia dalam kelancaran penyelenggaraan event olahraga nasional ini.
“Karena tantangan terbesarnya adalah sulit sekali mendapatkan masukan-masukan yang real agar dapat menyelesaikan masalah dengan pusat,” tandasnya.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengaku jika pihaknya terus memantau kerja keras dari PB PON agar gelaran event akbar olahraga di tanah Papua itu dapat berlangsung lancar walaupun di tengah pandemi Covid-19.
Harapannya, semua kontingen yang datang dengan keadaan sehat dan pulang kembali dengan keadaan yang sama pula.
“Karena itu, mari kita menjadikan ini sebagai bagian dari sejarah karena di tengah pandemi Covid-19 kita dapat menyelenggarakan event tetapi dengan prokotokol kesehatan yang ketat. Dan PON XX adalah salah satu jalan kita untuk bangkit,” tandas Marciano.
Ia menegaskan, masyarakat Papua telah menerima semua dengan hati yang tulus maka tidak ada alasan untuk tidak berprestasi.
Sementara itu dalam kesempatannya Deputi V Kepresidenan mengatakan belum ada event PON yang mendapat perhatian khusus dari kepala negara yaitu Presiden seperti PON XX di Papua.
Dengan begitu, PON yang dilaksanakan di Papua ini akan menjadi event terbesar di Pasifik.
“Kesuksesan PON XX tidak terlepas dari harkat dan martabat kita semua khususnya Papua. Karena PON merupakan peluang startegis untuk menaikan nama Papua di Asia Pasifik. Semoga kegiatan Chef De Mission Meeting II ini dapat berjalan lancar dalam mendukung kelancaran PON XX,” pungkasnya.
VER































