Stok Bahan Makanan di Beoga Kini Menipis

Distrik Beoga
Kondisi Distrik Beoga saat terjadi aksi pembakaran Foto: Humas Polsek Beoga for koreri.com

Koreri.com, Jayapura – Pasca aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua hingga Minggu (11/4/2021) malam kini mulai berdampak.

Salah satunya, menipis stok bahan makanan.

Hal itu diakui Kapolsek Beoga IPDA Ali Akbar, saat diwawancara melalui sambungan telepon, Senin (12/4/2021).

Diakuinya, selain situasi keamanan yang belum kondusif juga stok bahan makanan di Polsek dan Koramil Beoga kini semakin menipis.

Sementara sejunlah warga pendatang saat ini masih mengungsi di lokasi tersebut.

“Iya (stok makanan menipis) karena sudah satu minggu ini tidak pernah ada penerbangan. Cuma satu kali pesawat masuk untuk ambil jenazah saja. Paling dua hari lagi (stok makanan) habis,” ungkapnya Kapolsek.

Salah seorang warga Beoga yang tak mau disebutkan namanya membenarkan itu.

Warga yang tengah mengamankan diri dengan 13 orang lainnya, termasuk seorang bayi dan dua balita, menyebut stok makanan sudah sangat sedikit.

“Ini paling tinggal 1 hari, kalau susu untuk bayi ini mungkin sore ini sudah habis,” akuinya lagi.

Sementara itu, hingga Minggu (11/4/2021) malam, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih terus menunjukkan aksi brutalnya di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua

Gerombolan pengacau keamanan pimpinan Sabinus Waker itu kembali membakar sejumlah ruangan SMPN 1 Beoga yang lokasinya berada satu kawasan dengan SMAN 1 Beoga dan SD Inpres Beoga, Minggu (11/4/2021) malam.

“Hari ini tidak ada penembakan, terakhir tadi malam (11/4/2021) mereka bakar enam ruang SMP ditambah satu ruang laboratorium, satu ruangan perpustakaan dan gudang, jadi total sembilan ruangan yang dibakar. Kejadian sekitar 18.25,” ujar Kapolsek Beoga, IPDA Ali Akbar, saat diwawancara melalui sambungan telepon, Senin (12/4/2021).

Dengan minimya junlah personel keamanan di Beoga, ia berharap pasukan penebalan yang dikirim dari Mimika dan Intan Jaya segera tiba.

“Kami berharap personel perkuatan segera masuk untuk lakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan kepada guru,” desaknya.

Sebelum melakukan pembakaran, KKB sempat memprovokasi aparat keamanan dengan melepaskan sejumlah tembakan ke arah Koramil Beoga.

“Kemarin mereka sempat buang tembakan untuk mengganggu aparat yang bertugas di Beoga, mereka tembak ke arah Koramil, itu dari jam 07.45 sampai 10.30 Wit,” bebernya.

Ia meyakini KKB masih berada di Beoga dan bersembunyi di sekitaran ujung bandara.

Dengan minimya junlah personel keamanan di Beoga, ia berharap pasukan penebalan yang dikirim dari Mimika dan Intan Jaya segera tiba.

SEO

Exit mobile version