Dukung KKB Ditindak Tegas, DPRP PB Minta Perlindungan Warga Sipil di Perbatasan Jadi Prioritas

OrgeneS Wonggor Perlindungan Warga Sipil
Ketua DPRP Papua Barat Orgenes Wonggor, S.IP / Foto : Ist

Koreri.com, Manokwari – Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat (DPRP PB) sedang memperkuat koordinasi dengan pihak Kepolisian dan TNI guna memastikan stabilitas kemanan dan ketertiban masyarakat (kamtwilayah

Pasalnya, situasi kamtibmas di wilayah Tanah Papua pada umumnya sedang tidak baik-baik akibat ulah kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang berimbas pada warga sipil khususnya di wilayah perbatasan.

Ketua DPRP PB Orgenes Wonggor,S.IP mengatakan, pihaknya segera melakukan komunikasi dengan Polda Papua Barat dan Kodam XVIII Kasuari serta para tokoh untuk membahas terkait dengan keamanan di sejumlah perbatasan seperti Merdey, Moskona, Maybrat dan Tambrauw.

Ia menegaskan bahwa, pihaknya mendukung penindakan terhadap KKB namun pengamanan terhadap masyarakat sipil harus diutamakan atau diprioritaskan.

“Pendekatan yang dilakukan diharapkan lebih mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat sipil. kami berharap, dalam setiap tindakan yang dilakukan terhadap kelompok bersenjata (KKB, red), masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tersebut tidak menjadi korban,” kata Orgenes Wonggor kepada wartawan di Manokwari, Senin (23/3/2026).

Legislator PB asal Kabupaten Pegunungan Arfak ini menuturkan, berdasarkan informasi yang diterima banyak masyarakat di daerah tersebut merupakan warga sipil yang memiliki hubungan kekerabatan dan sangat terdampak oleh situasi keamanan, termasuk terganggunya aktivitas pendidikan dan layanan kesehatan.

Wonggor menyoroti pentingnya langkah antisipasi di wilayah perbatasan, seperti Teluk Bintuni, Maybrat, dan Tambrauw, yang berada dalam satu kawasan geografis pegunungan. Wilayah-wilayah perbatasan ini, khususnya distrik yang berbatasan langsung perlu mendapat perhatian serius dari aparat keamanan.

Perlindungan terhadap tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta para pekerja transportasi di daerah tersebut menjadi hal yang sangat penting.

“Oleh karena itu, kami mendorong aparat TNI dan Polri untuk meningkatkan deteksi dini serta langkah-langkah pencegahan, agar kejadian serupa tidak meluas ke wilayah lain, khususnya di Pegunungan Arfak,” harapnya.

RED

Exit mobile version