Koreri.com, Ambon – Lantamal IX Ambon tak kenal lelah untuk terus memaksimalkan program serbuan vaksinasi Covid-19.
Dan kali ini, menyasar masyarakat maritim sekitar Halong Ambon.
Pelaksanaan vaksin untuk tahap pertama dan kedua menargetkan sebanyak 100 orang dengan mengerahkan tim vaksinator dari Rumkital dr. FX Suhardjo Lantamal IX Ambon, Kamis (5/8/2021).
Komandan Lantamal IX melalui Karumkital dr FX. Suhardjo Lantamal IX Letkol Laut (K) drg. Bambang Teguh, M Mars., menyampaikan meskipun sudah divaksin hendaknya masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menjalankan 6M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi serta melaksanakan vaksin.
“Agar mata rantai penyebaran Covid-19 dapat terputus sehingga percepatan menuju Indonesia Bebas Covid-19 segera tercapai,” tandasnya.
Sementara itu, dalam pantauan lapangan antusiasme masyarakat masih scukup tinggi.
Hal tersebut terlihat dengan banyaknya peserta yang antri untuk mengikuti vaksinasi.
Meskipun demikian kegiatan berjalan dengan tertib dengan persiapan dan antisipasi dari pihak panitia dan petugas vaksinator.
Sebagai informasi tambahan, vaksin telah digunakan selama puluhan tahun, dan jutaan orang telah menerima vaksin dengan aman setiap tahunnya.
Seperti obat-obatan, setiap vaksin harus menjalani tes yang menyeluruh dan ketat untuk memastikan keamanannya sebelum dimasukkan di dalam program vaksin suatu negara.
Jadi masyarakat tak perlu khawatir tentang efek samping ataupun dampak dari vaksin.
Harapannya masyarakat mengerti bahwa setelah disuntikkan Vaksin (Virus yang tidak aktif) pada tubuh, maka akan memicu sistem kekebalan untuk menghasilkan antibodi yang dapat melawan virus Corona secara spesifik.
Dengan begitu, jika sewaktu- waktu tubuh terserang virus Corona, sudah ada antibodi yang bisa melawannya.
Dan masyarakat akan semakin tumbuh kesadaran untuk tidak takut melakukan vaksinasi karena vaksin dapat memberikan pertahanan dan perlindungan dari berbagai penyakit infeksi yang berbahaya terutama untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.
JFL





























