Koreri.com, Ambon – Anggota Komisi II DPRD Maluku Aziz Hentihu menyatakan mendukung penuh aksi Aliansi Mahasiswa Buru dan Buru Selatan (Bursel) menyuarakan soal tambang Gunung Botak.
“Selaku anggota DPRD Provinsi Maluku yang juga selaku anak adat pulau Buru sekarang ini yang pertama – tama saya sangat mendukung dan memberikan apresiasi yang tinggi buat Aliansi Mahasiswa Buru dan Buru Selatan yang hari ini turun mengampaikan pendapat melalui aksi ini,” ucapnya saat dikonfirmasi, di Baileo Karang Pajang, Ambon, Jumat (13/8/2021).
Diakui Hentihu, kalau mau diihat soal Gunung Botak ini memang telah menjadi kepentingan dan kebutuhan masyarakat yang ada di Pulau Buru.
“Hanya saja, perlu kita ketahui bersama bahwa soal pertambangan sekarang ini adalah kewenangan pusat. Dulu itu memang kewenangan masih dibawa Pemda Maluku. Kemudian saat ini sudah dialikan ke pusat karena ada amandemen undang-undang,” akuinya.
Lanjut Hentihu, tambang Gunung Botak II juga sudah pernah diusulkan untuk di buka secara pertambagan rakyat.
“Dan memang dari dulu telah menjadi fokus kita dan itu ada wacana untuk dikelola pihak ke tiga. Dan memang kita sudah sampaikan dalam rapat Komisi II, dan juga kepada Gubernur Maluku agar tambang ini bisa di kelola secara baik,” lanjutnya.
Komisi II, sambung Hentihu, juga telah mendorong berbagai hal yang berkaitan dengan itu mulai dari kesampingkan penggunaan zat kimia, ada edukasi hingga manajemen tata kelola limbah yang baik.
“Dan kita tidak mau kemudian hari lingkungan kita menjadi ancaman buat anak cucu. Maka itu intinya kita sepakat dan akan tidak lanjuti,” cetusnya.
Menyikapi ini, Komisi II secepatnya akan memanggil kepala Dinas ESDM Maluku guna menanyakan sejauh mana langkah yang sudah diambil.
“Dan kalau bisa dengan secepatnya lahan Gunung Botak ini dibuka secara tambang rakyat. Ketakutan kita cuma itu saja, jangan sampai yang Tuhan kasih buat kita dalam hal ini kekayaan alam kita, kemudian kita salah kelola lalu kita meninggalkan acaman untuk kehidupan masyarakat di sana,” tegasnya
Menurut Hentihu, emas di Gunung Botak ini satu saat akan habis.
“Tetapi kelangsungan kehidupan manusia di sana, anak cucu kita, kehidupan ekologi, juga kehidupan lingkungan itu musti terus kita jaga,” tandasnya.
Untuk itu Hentihu menyatakan sependapat dengan usulan Aliansi.
“Saya setuju dan senang dengan usulan teman -teman alinsi mahasiswa terkait Gunung Botak dialihkan jadi tambang rakyat. Dan kita selaku wakil rakyat agar bisa melanjutkan usulan mereka dan terus mengawal,” pungkasnya.
JFL





























