Fokus  

Permintaan Darah Untuk Pasien di Manokwari Meningkat

IMG 20210816 WA0003

Koreri.com,Manokwari–  Palang Merah Indonesia (PMI) Papua Barat menyebut, permintaan darah oleh keluarga pasien  meningkat selama Pandemi Covid-19.

Kepala Unit Donor Darah pada PMI Provinsi Papua Barat, dr.Christina, M.Ling, mengatakan,  permintaan itu meningkat karena memang jumlah pasien yang membutuhkan transfusi darah sangat banyak dari rumah sakit.

“Rata rata saat ini kita bisa kumpulkan sebanyak 110 Kantong. Jumlah itu tak cukup untuk memenuhi  kebutuhan darah selama pandemi. Alhasil, stok darah kerap kosong dan kita harus mencari donor pengganti,” ujarnya saat dihubungi awak media belum lama ini.

Dia menyebut, pelaksanaan donor darah yang digelar PSP Berderma dan GP Nasdem sangat membantu pemenuhan stok darah PMI Papua Barat.

“150 lebih kantong darah ini  sangat membantu. Kegiatan Mereka itu selain membantu PMI, juga membantu masyarakat karena yang bersedia donor diberikan sembako,” ujarnya.

Meski demikian, 150 lebih kantong darah yang mereka terima itu di perkirakan hanya mampu bertahan dalam dua minggu.

Dalam kondisi Pandemi, masyarakat kata dia, berfikir bahwa  mendonorkan darah akan mengurangi immun tubuh dan akan  mudah terserang penyakit. Padahal  tidak seperti itu.

“Setiap 3 bulan tubuh memproduksi sel darah merah baru, sehingga melakukan donor darah justru menyehatkan,” ungkapnya.

untuk itu, dia meminta agar berbagai pihak bisa turut serta melaksanakan aksi kemanusiaan donor darah dengan menyiapkan sembako peda masyarakat.

“Selain mereka membantu PMI dalam pemenuhan kantong darah, bantuan sembako juga meringankan beban masyarakat yang secara keseluruhan terdampak Pandemi  dari sisi ekonomi saat ini,” terangnya.

PMI kata dia juga mencatat bahwa permintaan daerah selama Pandemi ini bervarian. Dia menyebut bulan Juli permintaan teringgi adalah golongan darah A dan bulan ini golongan darah O yang mendominasi.

“Suatu waktu juga bisa golongan darah AB. Tapi bulan ini golongan darah O meningkat. itu sebabnya, setiap golongan darah  O masuk, beberapa hari saja akan habis,” terannya.

Dia lalu mengajak pemerintah, TNI Polri, dan juga segala pihak yang berwenang agar menjadikan donor darah sebagai rutinitas dalam menyongsong momen momen tertentu. Dengan begitu pemenuhan darah akan tercukupi.

“Stok darah wajib ada, karena permintaan daerah datang tanpa jadwal,” tambahnya.

Pemuda Siaga Pandemi (PSP) Berderma bersama Garda Pemuda Nasdem pekan lalu selama dua hari menggelar bakti sosial donor darah. Tak hanya suplemen atau makanan pengganti, setiap orang yang bersedia mendonorkan darah akan mendapat sembako berupa bahan kebutuhan pokok termasuk beras dan telur 1 satu Rak.

“Ini kegiatan positif dan didukung semua pihak. Kedepan walaupun tidak ada instruksi dari pusat, kita akan tetap melaksanakan kegiatan seperti ini,” ujar
Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan yang juga selaku Gubernur Papua Barat, saat memantau kegiatan tersebut. Gubernur ikut mendonorkan darah dalam kegiatan itu.

KENN