Koreri.com, Namrole – Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) merespon cepat musibah bencana banjir yang melanda masyarakat di Desa Waeturen, Kecamatan Leksula yang menelan satu korban jiwa.
Wakil Bupati Gerson Elieser Selsily didampingi Kepala BPBD Awat Mahulauw, Kepala Dinas Sosial Veky Lesnussa, Kepala Badan Keuangan dan Pengelolaan Aset Daerah Name Risampessy, Direktur RSUD dr Salim Alkatiri dr Daud, Kepala Dinas LH – Kebersihan Lukman Soulisa, Kepala Bagian Umum Semi Teslatu, Sekertaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Naldi Soulisa bersam rombongan meninjau langsung lokasi bencana di desa tersebut, Sabtu (6/11/2021).
Dengan menggunakan transportasi laut milik Dinas Kesehatan Bursel, rombongan bertolak dari Pelabuhan Namrole menuju desa Waeturen.
Tiba di lokasi, Wabup disambut Camat Leksula Reinhard Tasane dan masyarakat setempat.
Didampingi Camat, Wabup langsung meninjau lokasi, dua sungai yang meluap dan menggenangi pemukiman masyarakat di desa itu.
Selain melihat dari dekat lokasi banjir, orang nomor dua Bursel ini juga meninjau lokasi kejadian hanyutnya satu anak kecil atas nama Rifana Seleky (5) yang terbawa arus sungai saat banjir menerjang desa itu, Jumat (5/11/2021) siang.
Usai meninjau dua sungai dan lokasi hanyutnya Rifana Seleky, Wabup langsung menuju Balai Desa Waeturen untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang jadi korban bencana termasuk orang tua Rifina Seleky

“Saya atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan turut berbelasungkawa dan berdukacita atas peristiwa yang menimpa masyarakat desa Waeturen,” ucapnya.
Dikatakan, saat dirinya mendapat laporan terjadi banjir di desa Waeturen, Pemda langsung menggelar pertemuan mendadak untuk membicarakan langkah-langkah yang harus dilakukan.
“Saat pertemuan itu diputuskan untuk meninjau langsung lokasi bencana banjir,”ujarnya.
Wabup mengaku sebelum bertolak ke Waeturen, sudah melakukan koordinasi dengan Bupati Bursel Safitri Malik Soulisa.
“Beliau (Bupati-red) menyampikan turut berbelasungkawa. Beliau juga mohon maaf karena tidak bisa bersama-sama dalam kunjungan ini, karena ada agenda penting yang tidak bisa ditinggalkan,” sambungnya.
Wabup kemudan menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang jadi korban bencana banjir.
Ia meminta masyarakat untuk tidak melihat nilai dan jumlah yang diberikan. Tetapi bantuan yang diberikan merupakan kepedulian Pemda pada masyarakatnya.
“Kita semua tidak bisa memprediksikan kapan peristiwa bencana akan terjadi. Tetapi kita semua harus memaknai apa yang terjadi ini untuk kedepan selalu waspada bila terjadi hujan,”ingatnya.
Untuk sungai di desa Waeturen sebut Selsily ada OPD-OPD terkait yang saat ini berkunjung bersama dengan dirinya. Mereka juga sudah melihat langsung kejadiannya.

Salah satu warga desa, Unu Tasane mengatakan baru pernah dalam sejarah di desa Waeturen mengalami banjir seperti ini.
“Memang pada tahun 2008 ada terjadi banjir, tetapi tidak seperti yang terjadi tahun ini. Karena kejadiannya sangat cepat,” katanya .
Jelasnya, intensitas hujan yang terjadi juga tidak terlalu lama. Karena curah hujan yang turun itu hanya dua jam.
“Dalam kurun waktu yang singkat itulah banjir melanda pemukiman masyarakat dan menghanyutkan salah satu balita,”kisahnya.
Kades Waeturen Stevi Lensnussa atas nama masyarakat setempat menyampaikan terima kasih atas kepedenulian Pemda yang merespon cepat musibah yang terjadi.
“Atas nama masyarakat dan pemerintah desa Waeturen, saya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Hj Safitri Malik Soulisa dan Wakil Bupati Gerson Elieser Selsily serta pimpinan OPD yang merespon dengan cepat bencana banjir Waeturen. Bahkan sudah turun langsung ke desa untuk memberikan bantuan dan satunan kepada masyarakat yang tertimpa bencana dengan memberikan bantuan sembako dan santunan untuk orang tua dari Rifana Seleky yang hanyut terbawa sungai dan hingga kini belum ditemukan,” ucapnya.
JFL































