Koreri.com, Manokwari– Persoalan lalulintas bukan hanya razia dan tilang pelanggaran berlalulintas, tetapi perlu sosialisasi untuk mengedukasi para pengendara supaya melengkapi baik administrasi maupun perlengakapan kendaraannya demi keselamatannya sendiri.
Sosialisasi edukasi ini digelar dalam bentuk broadcast Kamsel Talk bertajuk “NGOPI MANSINAM” atau ngobrol permasalahan lalulintas aman, selamat, tertib dan nyaman berlangsung di Batas Caffe, Wosi Dalam dengan moderator Ketua PWI Papua Barat Bustam,S.T menghadirkan narasumber Kasat Lantas Polres Manokwari IPTU Subhan Ohoimas,S.H dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Papua Barat Key Tokan Abdul Azis.
Tiga segmen yang disiarkan melalui media sosial itu menyoroti tentang persoalan kemacetan di ibukota Provinsi Papua Barat, rambu-rambu lalulintas, perlengkapan kenderaan hingga SIM bagi para pengemudi.
Kasat Lantas Polres Manokwari IPTU Subhan Ohoimas,S.H kepada wartawan usai mengikuti “NGOPI MANSINAM” mengatakan bahwa meski kegiatan ini merupakan closing dari rangkaian operasi zebra mansinam 2021, namun untuk selanjutnya mengedepankan kegiatan simpatik yang bersifat edukasi kepada masyarakat.
“NGOPI MANSINAM ini merupakan program baru kita buka, start dengan diskusi bersama teman-teman wartawan dengan tujuan menggali lebih mendalam terkait dengan berbagai macam permasalahan lalulintas yang terjadi di Masyarakat, dengan lebih kami turun lapangan menyerap aspirasi apalagi bersama rekan-rekan jurnalis maka kami akan mencari solusi yang tepat kemudian arah menuju instansi terkait khususnya di bidang lalulintas ,” jelas Kasat Lantas kepada awak media Minggu (28/11/2021) malam.
Sehingga lanjut IPTU Subhan Ohoimas mengatakan bahwa harapan membangun Kabupaten Manokwari menuju tertib berlalulintas benar-benar terwujud dan dapat diraih dengan kesadaran masyarakat melalui edukasi seperti ini.
“Secara kursial teman-teman jurnalis memiliki harapan tinggi untuk sama-sama mewujudkan Manokwari menuju tertib berlalulintas, berbagai macam isu khususnya bagaimana menghadirkan narasumber dari instansi terkait untuk bisa didiskusikan tentang jalan yang berkeselamatan kemudian manusia yang berkeselamatanmudah-mudah dapat dilaksanakan,” ujarnya.
Dalam diskusi ini sempat disampaikan Key Tokan Abdul Azis bahwa pemerintah daerah dapat menghadirkan jalan alternatif agar menjawab persoalan kemacetan yang sudah mulai terjadi di Kota Manokwari.
Diharapkan hasil diskusi “NGOPI MANSINAM” ini bukan sekedar wacana tetapi lebih diimplementasikan untuk disampaikan kepada instansi terkait supaya direalisasikan agar mewujudkan kesadaran masyarakat berlalulintas.
Ketua PWI Papua Barat Busta,S.T sebagai moderator NGOPI MANSINAM ini menyimpulkan bahwa diskusi ini mendorong terbentuknya forum lalulintas melakukan pertemuan guna membahas persoalan lalulintas di Manokwari.
“Mengurai setiap persoalan lalu lintas di Manokwari untuk dicarikan solusi penyelesaiannya dan menanamkan disiplin berlalulintas harus dimulai sejak diri, butuh peran semua pihak terutama orang tua,” sebutnya.
KENN
