as

DPP Hena Hetu Berbagi Kasih dengan Warga Kariuw

DPP Hena Hetu Berbagi Kasih Kariuw

Koreri.com, Ambon – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hena Hetu menggelar aksi berbagi kasih dengan warga Kariuw yang sementara mengungsi di Aboru, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (1/2/2022).

Sejumlah bantuan diserahkan kepada warga mengungsi akibat terdampak konflik Ori – Kariuw.

Bersama dengan rombongan DPN se – Jazirah Leihitu, DPP Hena Hetu dibawah pimpinan ketua umumnya, Dr. Achmad Jais Ely, ST, M. Si berangkat ke Aboru. dalam rangka memberikan bantuan kemanusiaan.

Berangkat dari Batu Kuda Negeri Tulehu sekitar pukul 10.00 WIT menggunakan dua unit long boat dan satu unit belang pengangkut material bantuan.

Bertolak menuju Aboru, dan turut ikut juga sejumlah Pengurus Besar Kerukunan Keluarga Tehoru Telutih (PB IKKATT), rombongan tiba pukul 11.15 WIT.

Rombongan disambut antusias oleh Pemerintah dan warga Negeri Aboru serta Kariuw.

Pemberian bantuan berupa barang kebutuhan sehari-hari yang diperlukan dan makanan diantaranya beras, sarimi, ikan, minyak tanah, piring, gelas, sendok, dan obat-obatan serta kebutuhan lainnya yang memang dibutuhkan warga pengungsi.

Bantuan sendiri berasal dari DPD Hena Hetu, Anak Adat Jasirah Leihitu H. Murad Ismail, yang didistribusikan langsung oleh ketum bersama 22 ketua Dewan Perwakilan Negeri Hena Hetu.

Bantuan diterima langsung Ketua Saniri dan Ibu Pendeta Negeri Kariuw, didampingi Raja Negeri Aboru bertempat di Balai Gereja Bethel Negeri Aboru sebagai titik pusat penampungan.

Ketum DPP Hena Hetu Dr. Achmad Jais El mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dan rasa kebersamaan sesama anak Maluku tanpa mengenal perbedaan agama.

“Kami datang dengan misi ikut merasakan apa yang dirasakan warga Kariuw, dan saling baku sayang dalam upaya memperkuat hubungan hidup orang Basudara serta menjaga perdamaian dan kedamaian di Maluku,” tegasnya kepada sejumlah media di sela – sela kesibukan dalam pemberian bantuan kepada warga Kariuw di Aboru, Senin (1/2/2022).

Dr. Achmad Jais juga meneruskan pesan Gubernur Maluku selaku Pembina Hena Hetu.

“Tingkatkan persatuan dan kesatuan Maluku yang aman dan nyaman. Bila kuku kita panjang, yang dipotong adalah kukunya dan bukan jarinya. Begitu juga bila ada masalah antar sesama sahabat atau saudara, yang dibuang adalah masalahnya, bukan silaturahmi, persahabatan dan persaudaraan,” pintanya.

Dr. Achmad Jais berharap juga dengan bantuan seperti ini dapat turut  mendukung program-program Pemda Maluku dalam percepatan pemulihan pasca konflik serta mewujudkan rasa kebersamaan di negeri 1000 pulau ini.

“Kiranya dengan bantuan yang diberikan, dapat membantu basudara Kariuw dalam pemenuhan kebutuhan kesehariannya pasca konflik yang dialami,” harapnya.

DPP Hena Hetu dan PB IKKATT yang merupakan paguyuban dengan latar belakang yang heterogen dalam artian terdiri dari negeri – negeri Muslim dan Kristen sangat perihatin dengan kejadian yang terjadi antara Negeri Pelauw, Kariuw dan Dusun Ori.

Harapannya, semua pihak bisa merasakan kejadian yang terjadi di Pulau Haruku dan dapat memberikan bantuan pemulihan baik dari sisi psikologi maupun materil.

“Yang terpenting dari kejadian yang sudah terjadi adalah semua pihak bisa mengambil hikmah untuk menjaga ketertiban dan kedamaian di Maluku,” tandasnya.

Setelah serah terima bantuan, perwakilan tokoh masyarakat Kariuw Simon Gustav yang mewakili masyarakat menyampaikan pesan – kesannya.

“Bahwa kami masyarakat Kariuw mengucapkan banyak terima kasih kepada Hena Hetu atas bantuan dan dukungan moral maupun materil kepada kami. Di sisi ini juga kami sangat bersyukur atas kepedulian basudara samua,” ucapnya.

Simon juga tak lupa mengingatkan bahwa bentrok yang telah terjadi bukanlah konflik agama.

“Olehnya itu, kami harapkan masyarakat Maluku tidak terkontaminasi dengan hal-hal yang telah kami alami. Mari sama-sama katong menjaga persaudaraan dan perdamaian di Maluku,” pungkasnya.

JFL