Fokus  

Ini Penjelasan Leuwol Soal Pemeliharaan Jalan Ruas Wearlilir Menuju Bandara Ibra

IMG 20220603 WA0016

Koreri.com, Langgur – Adanya kerusakan pada beberapa segmen jalan ruas Wearlilir menuju Bandara Ibra, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) belakangan ini menjadi sorotan masyarakat.

Terkait hal itu, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Maluku, Toce Leuwol, ST.,MT, menjelaskan soal status dari jalan ruas tersebut.

“Akses jalan menuju Bandara Ibra itu untuk sementara masih non status,” jelasnya kepada pers di ruang kerjanya, Kamis (2/6/2022).

Menurut Leuwol, karena ini akses jalan menuju bandara sehingga proses pemeliharaannya menjadi tanggungjawab dari Bupati Maluku Tenggara.

Namun, jika statusnya sudah masuk ke jalan nasional, maka itu akan ditangani oleh BPJN Maluku. Memang, lanjut Leuwol, ada beberapa segmen jalan yang rusak.

“Jika sudah masuk ke status jalan Nasional nanti kita akan programkan penanganan ke akses bandara dari simpang Wearlilir menuju Ibra sekitar 14 kilometer itu. Ada dua lajur, baik atas maupun lajur bawah,” sambungnya.

Namun untuk kepastian akan adanya peralihan status ke jalan nasional masih menunggu SK Menteri.

“Mudah-mudahan di tahun ini sudah bisa terealisasi, Dan kalau sudah siap di tahun ini maka tahun depan kita akan programkan penanganan kerusakannya dan akan segera diperbaiki,” tandasnya.

Sementara itu, untuk pelaksanaan jalan terluar, terdepan dan terpencil itu, sambung Leuwol, mengacu pada Perpres No 18 Tahun 2020 terkait dengan pelaksanaan program daerah perbatasan yang tentunya berkaitan pula dengan RPJMN dari 2020 sampai dengan 2024.

“Ini merupakan program prioritas. Jadi sampai tahun 2024 harus tuntas. Ini lebih cenderung dari ruas jalan Elat sampai Fako – Holat – Ohoiraut karena itu masih ruas jalan Provinsi. Jadi kita akan masukan dalam APBN,” sambungnya.

Disamping itu, untuk pengerjaan jalan trans Kei Besar bukan hanya bersumber dari APBN saja, melainkan juga ada dari APBD, dari DAK, SMI hingga dana hibah.

“Kalau dari dana SMI sudah dalam penanganan, dari simpang Elat ke arah Bombay, Kei Besar Utara Barat. Itu masuk dengan dana SMI ! Kalau arah selatan itu ada dana DAK. Jadi sistemnya bersamaan agar nantinya di 2024 bisa tuntas pengerjaanya,” pungkasnya.

JFL