Koreri.com, Ambon – Danlantamal IX Ambon Brigjen Said Latuconsina, M.M., M.T menyambut kedatangan KRI Dewaruci bersama Laskar Muhibah Budaya Jalur Rempah Nusantara 2022.
Kapal layar latih legendaris yang berada di bawah satuan kapal bantu Koarmada II, dengan Komandan Mayor Laut (P) Sugeng Hariyanto, M.Tr.Opsla tiba di Pelabuhan Banda Neira, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (19/6/2022).
Dalam penyambutan KRI Dewaruci, Danlantamal IX Ambon didampingi oleh 4 Belang Adat dari Kampung Adat Namasawar, Kampung Adat Lonthoir, Kampung Adat Selamon dan Kampung Adat Waer.
Perhatian masyarakat dan pemerintah daerah begitu besar terhadap kehadiran kapal legendaris KRI Dewaruci ini, hal itu terlihat pada saat kapal kebanggan Indonesia itu sandar di dermaga, langsung disambut meriah dengan diawali pengalungan selendang kepada komandan kapal, para pejabat kementerian, dan perwakilan pemuda/pemudi dari Laskar Muhibah Budaya Jalur Rempah Nusantara tahun 2022.
Selanjutnya kegiatan acara penyambutan disuguhkan tarian adat Cakalele.
Untuk diketahui, Budaya Jalur Rempah ini sudah menjadi Warisan Budaya Dunia UNESCO dari Indonesia yang merupakan tradisi berabad-abad perdagangan rempah-rempah melalui jalur laut dari pelabuhan satu ke pelabuhan lain.
Adapun dalam kegiatan penyambutan KRI Dewaruci dan Laskar Muhibah Budaya Jalur Rempah Nusantara 2022 juga dihadiri, Aspers Lantamal IX, Asintel Lantamal IX, Aspotmar Lantamal IX, Asrena Lantamal IX, Direktur Kebudayaan Masyarakat Adat Samsul Hadi, S.H., M.M., Kadisparpora Maluku Tengah Drs J. R. Wattimena, Kepala Kecamatan Banda Neira, Danramil 1502-01/Banda, Kapolsek PP Banda, Danpos TNI AL Banda, Kepala Kejaksaan Negeri Cabang Ambon di Banda, Kepala KSOP Banda, Para KPNA sekecamatan Banda, dan Perwakilan tokoh Agama, tokoh Adat dan masyarakat.
Danlantamal dalam sambutannya menyampaikan apresiasi serta mendukung dan bangga kepada anak-anak Laskar Rempah yang telah mengarungi lautan menggunakan KRI Dewaruci.
Diakuinya, bukan sesuatu yang mudah dan ringan berlayar mengarungi lautan menggunakan kapal latih layar tersebut. Karena mereka harus kuat fisik dan mental menghadapi tantangan ombak lautan dengan kondisi kapal layar.
“Saya menyambut baik kedatangan kalian, bangga dengan mental dan fisik kalian, dan mengucapkan selamat datang di Banda Neira Provinsi Maluku, ” ucapnya.
Direktur Kebudayaan Masyarakat Adat Samsul Hadi, S.H., M.M., dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Banda Neira yang telah menyambut KRI Dewaruci dan Laskar Muhibah Budaya Jalur Rempah Nusantara 2022, dengan antusiasme dan sangat meriah.
“Saya melihat masyarakat Banda Neira begitu kompak dan sangat antusias dalam penyambutan kedatangan kami,” akuinya.
Acara dilanjutkan dengan foto bersama yang dilaksanakan diatas kapal latih layar legendaris tersebut dan dilaksanakan open ship bagi masyarakat Banda untuk bisa mengunjungi KRI Dewaruci, yang merupakan kapal kebanggaan seluruh rakyat Indonesia itu.
KRI Dewaruci telah diproduksi di Galangan kapal H. C. Stülcken & Sohn Hamburg, Jerman, yang pekerjaanya telah mulai dibuat pada 1952, kemudian diluncurkan pada 24 Januari 1953, sekaligus ditugaskan pada tahun itu juga.
Karakteristik KRI Dewaruci memiliki panjang 58,3 meter (191,27 ft) lebar 9,50 meter (31,17 ft).
KRI Dewaruci telah menjadi duta samudra dan maritim Indonesia selama puluhan tahun dan menghasilkan pemimpin-pemimpin besar TNI Angkatan Laut.
Sekilas tentang Tarian Cakalele, yang ditampilkan pada penyambutan KRI Dewaruci di Banda Neira, adalah bahwa tarian ini memiliki sejarah yang istimewa sebagai salah satu tarian tradisional warisan leluhur bangsa Indonesia.
Filosofi dari gerakan Tari Cakalele yang telah digelar dan dipertunjukkan masyarakat Maluku mulai dari upacara adat seperti, pelantikan raja, peresmian Baileo, perayaan hari Pattimura, dan berbagai acara adat negeri lainnya.
LIX
























