Waket Komisi IV Kritik Keras Direktur RSUD Haulussy Ambon, Ini Sebabnya

Komisi IV DPRD Mal Kritik Dir RSUD Haulussy

Koreri.com, Ambon – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku Rovik Akbar Afifuddin mengkritik keras Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy Ambon serta memintanya merubah pola pikirnya terhadap Parlemen.

Kritik tersebut disampaikannya pada pertemuan di ruang Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Rabu (3/8/2022) menanggapi klarifikasi yang disampaikan Direktur terkait rekaman perbincangan pimpinan dan tim jasa RSUD Haulussy yang pada akhirnya membuat tim tersebut bubar.

“Bapak harus merubah mindset bapak. Ketika kami menelpon, yang pertama bapak jangan pernah berpikir kopi, atau makanan padang. Bapak stop berpikir soal uang rokok karena ketika kami menelpon itu pasti ada urusan masyarakat yang perlu kita sampaikan ke bapak,” ungkap Rovik.

Baca Juga: Huliselan Juga Mengaku Diintimidasi Ketua Komite Medik RSUD Haulussy 

Dikatakan, mindset seperti itu harus dihilangkan agar agar bisa membangun komunikasi yang baik.

Bukan saja itu, Rovik juga mengomentari sikap Direktur yang pada saat berbicara spontan menunjuk salah satu tim jasa RSUD Haulussy dengan sebutan “manusia-manusia ini”, bahkan berani bersumpah dengan nama ALLAH.

“Kita berdua sama-sama Muslim, jadi statement “karena Allah” itu cukup tinggi nilainya, dan itu bukan hanya sebuah slogan. Yang berikutnya saya kira bapak harus memahami bahwa ini di Maluku, karakter kita beda pak sebab tipikal orang Maluku adalah tipikal orang yang tidak bisa dipaksa-paksa, karena ketika kita sudah meyakini sesuatu itu benar, jangan kita dipaksa untuk melakukan yang sebaliknya,” tuturnya.

Baca Juga: Huliselan Ungkap Penyebab Tim Jasa RSUD Haulussy Ambon Undur Diri 

Selain itu, Rovik juga mengaku bahwasannya tidak setuju kalau semua hal di RSUD Haulussy harus dibawa dari Jakarta.

“Cukup Direktur yang dibawa dari Jakarta karena ketika semuanya dibawa dari Jakarta, mending ini Dokter-dokter di Ambon ini di bawa ketempat lain saja,” tutupnya.

Untuk diketahui, Tim jasa RSUD Haulussy Isabella Huliselan mengatakan salah satu alasan tim tersebut mengundurkan diri akibat Direktur RSUD Haulussy Nazaruddin yang meminta untuk mendapatkan jasa sebesar 2 persen dengan nilai nominal 25 juta rupiah lebih besar dari dokter spesialis.

“Direktur beralasan, dirinya memiliki pengeluaran tidak terduga contohnya saat ke Jakarta untuk perjuangkan dana Covid yang hangus, ia menjamu Anggota Dewan,” bebernya.

JFL