Ketua DPR-PB Pertanyakan “SPBU Siluman” di Pegaf

IMG 20220819 WA0004
Ketua DPR-PB Orgenes Wonggor,S.IP dan Sales Branch Manajer Rayon 2 Papua Barat Muh. Bisma Abdillah.(Foto : KENN)

Koreri.com, Manokwari – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPR-PB) Orgenes Wonggor, S.IP mempertanyakan sasaran penyaluran BBM Subsidi baik jenis Bio Solar maupun Pertalite di Kabupaten Pegunungan Arfak.

Sementara itu, ditemukan indikasi adanya SPBU di wilayah Kabupaten Pegunungan Arfak alias “SPBU Siluman” dan selain itu kebanyakan kendaraan dari daerah tersebut pengisian BBM subsidi-nya dilakukan di Manokwari.

“Dalam paparannya cukup besar juga kuota BBM subsidi untuk Pegaf. Saya ada minta penjelasan soal ini dengan Pertamina tetapi belum diberikan jawaban secara jelas,” kata Orgenes Wonggor kepada wartawan di Manokwari, Kamis (18/8/2022)

Politisi Golkar itu minta agar suplai kuota BBM subsidi untuk Pegaf perlu untuk ditinjau kembali oleh pihak PT Pertamina dan harus diawasi ketat oleh pihak penegak hukum dan harus menjadi atensi Kapolda Papua Barat.

Karena jika berbicara kebutuhan masyarakat Pegaf juga masih ada juga yang mengambil BBM subsidi di Manokwari.

“Kita tidak curigai tetapi jangan sampai kuota BBM subsidi itu lari ke kebutuhan penambangan. Ini kan menyalahi aturan,” tandasnya.

Orgenes juga mempertanyakan, selama ini dari mana para penambang emas ilegal tersebut memperoleh BBM untuk beroperasi di lokasi tambang emas di daerah itu, apalagi diduga dalam melakukan aktivitasnya menggunakan alat berat.

“Ini menjadi pertanyaan DPR Papua Barat. Setahu saya belum ada SPBU di Pegaf meskipun dikatakan Pertamina bahwa SPBU satu harga itu ada. Kalau APMS benar ada SPBU, tapi jelas kuotanya terbatas. Sementara kuota untuk Pegaf sangat tinggi,” tandas Wonggor.

Berbeda dengan Sales Branch Manajer Rayon 2 Papua Barat Muh. Bisma Abdillah saat dikonfirmasi awak media membenarkan ada SPBU di Kabupaten Pegunungan Arfak.

Namun SPBU dimaksud masih dirahasiakan lokasinya bahkan total kuota BBM bersubsidinya juga tidak bisa disampaikan.

“Ada SPBU kompak BBM satu harga di Pegaf. Untuk lokasinya tidak bisa saya sebutkan karena rahasia,” ucap Bisma Abdillah saat dikonfirmasi awak media.

Bahkan dijelaskan Sales Branch Manajer Bisma bahwa semua lokasi SPBU kompak BBM satu harga reguler itu rahasia dan tidak bisa disebarluaskan, padahal diresmikan Presiden Jokowi pada tahun 2019.

Bisma memastikan kebutuhan BBM bersubsidi di Kabupaten Pegunungan Arfak sangat terpenuhi karena kuotanya bukan ditentukan PT Pertamina, karena mereka tidak punya data kendaraan atau penduduk daerah setempat.

Ironisnya pihak pertamina tidak bisa memastikan penyaluran BBM bersubsidi ini tepat sasaran atau tidak.

Bisma juga mengungkapkan ada dugaan permainan pada lembaga penyalur.

“Distribusi BBM bersubsidi di Pegaf itu multimoda karena tidak bisa angkut hanya dengan gunakan mobil tangki saja karena daerahnya ekstrim. Jadi, depot Manokwari menggunakan mobil tangki, dibawa Pegaf melalui Manokwari atau Mansel sampai pada satu titik yang tau hanya transportir pertamina, turunkan minyak itu ke drum dibawa ke atas (Pegaf),” ujar Bisma.

KENN