Koreri.com, Manokwari – Direktur Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas Kemendagri Dr Bernhard E. Rondonuwu,S.Sos., M.Si resmi dilantik sebagai Penjabat Bupati Maybrat oleh Pj Gubernur Papua Barat atas nama Mendagri Prof M. Tito Karnavian di Ballroom Aston Niu Manokwari, Selasa (23/8/2022).
Jabatan baru yang diemban Dr. Bernhard E. Rondonuwu digandeng dengan “tugas khusus” untuk segera menuntaskan persoalan eksodus warga Kisor sejak tahun 2020.
Tugas ini diberikan Penjabat Gubernur Papua Barat Drs. Paulus Waterpauw, M.Si saat menyampaikan sambutan ketika melantik 3 penjabat kepala daerah di Manokwari.
“Saya minta segera tuntaskan eksodus warga di Kisor, Maybrat,” ujar Pj Gubernur.
Menurut Waterpauw, tugas itu tentunya membutuhkan koordinasi bersama TNI dan Polri serta tokoh masyarakat dan juga tokoh adat setempat.
Diduga kuat ada kelompok yang mengintimidasi dan juga memprovokasi sehingga warga enggan kembali ke kampung sejak penyerangan Pos Koramil Persiapan Kisor Desember 2020.
Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A siap mendukung tugas khusus yang diberikan Pj Gubernur kepada Pj Bupati Maybrat.
Pihaknya akan mempelajari dan memberikan instruksi kepada Kapolres Maybrat untuk mendukung tugas-tugas Pj Bupati dalam rangka melaksanakan tugas khusus dimaksud.
“Akan kami pelajari dulu dan saya kira data-data ini diberikan bersama Kapolres dan Dandim untuk saling bersinergi,” jelas Kapolda DTM.
Hal senada juga disampaikan Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Gabriel Lema, S.Sos, pihaknya mendukung program pemerintah daerah melalui Pj Bupati Maybrat untuk kebaikan masyarakat.
“Marilah kita berbuat kebaikan maka yakinlah kebaikan itu berlipat ganda untuk orang lain. Kami mendukung kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya.
Sementara itu Penjabat Bupati Maybrat Dr Bernhard E. Rondonuwu, S.Sos., M.Si mengaku siap melaksanakan tugas pemerintahan, termasuk menangani persoalan eksodus warga.
“Saya siap melaksanakan tugas. Sesuai arahan Pj Gubernur salah satunya adalah menangani eksodus warga yang masih berada di hutan,” akunya.
Langkah pertama yang diambil saat tiba di Maybrat nanti adalah bertemu pimpinan OPD dan untuk membahas rencana kelanjutan program pembangunan.
Pertemuan juga dilakukan bersama tokoh masyarakat dan tokoh adat dan juga tokoh agama.
KENN
